LAMPUNG MASIH JADI LUMBUNG TERNAK NASIONAL

MedanBisnis – Bandarlampung. Propinsi Lampung secara nasional hingga 2011 masih menjadi lumbung ternak menyusul produksi sektor peternakan menujukkan kinerja positif pada tahun ini.
“Produksi peternakan Lampung seperti daging kerbau, sapi, kambing dan domba menunjukkan tren meningkat,” kata Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, di Bandarlampung, Selasa (27/12).
Ia menyebutkan, produksi daging sapi potong serta kerbau meningkat dari 980 ribu ton tahun 2010 menjadi 107 ribu ton pada tahun 2011.  Sementara, produksi daging kambing dan domba pada tahun 2011 sebanyak 1,6 juta ton. Produksi hewan ternak di Lampung tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu tetapi juga daerah lain.

Disisi lain katanya, produksi ayam pedaging tahun 2011 sebanyak 27,3 juta ton meningkat sebesar  dua persen dari produksi tahun 2010.  Produksi telur Lampung di tahun 2011 mengalami peningkatan pesat sebesar 15,5 persen dari kondisi 2010.  Di tahun 2011 total produksi telur adalah 61,687 juta ton.

Sjachroedin juga mengatakan Lampung termasuk di antara 10 besar proPinsi penyumbang produk-produk perikanan seluruh Indonesia.     Produksi sementara pada tahun 2011 adalah sebesar 161.892,24 ton. Selain itu  sekitar 65% potensi produksi udang nasional berasal dari Lampung.

Nilai ekspor produk laut mencapai US$ 98,197 juta tahun 2010 ke berbagai negara tujuan, antara lain Amerikan Serikat (52 persen), Jepang (15 persen), Inggris (24 persen), dan beberapa Negara Eropa lainnya.

Namun demikian menurut dia, secara agregat produksi perikanan tangkap Provinsi Lampung mengalami penurunan pertumbuhan produksi selama empat tahun terakhir, dengan penurunan rata-rata per tahunnya sebesar 5,5%.  “Kondisi itu tengah diperbaiki oleh Pemerintah Propinsi Lampung dengan beberapa program terintegrasi seperti pengembangan minapolitan dan minapedesaan,” ujarnya.

Selain upaya bantuan berupa sarana dan prasarana perikanan yang modern untuk kelompok tani nelayan.

Sjachroedin menjelaskan, penyebab turunnya produktivitas sektor perikanan karena serangan hama dan penyakit  perikanan budidaya, belum optimalnya revitalisasi tambak udang, perubahan kondisi alam laut yaitu cuaca buruk, pemanfaatan sumber daya ikan laut belum optimal.

Kemudian, sebagian armada kapal penangkap ikan berukuran kecil dengan alat tangkap tradisional dan posisi nelayan atau pembudidaya ikan dalam rantai tata niaga perikanan tidak diuntungkan. (ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

3 Responses to LAMPUNG MASIH JADI LUMBUNG TERNAK NASIONAL

  1. Pingback: ketamine for sale

  2. Pingback: buy origin mango psilo gummies (0 25g 1g) shroom

  3. Pingback: embedded finance report

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *