BANDA ACEH BERLAKUKAN KAWASAN BEBAS ROKOK

Banda Aceh, (Analisa). Kota Banda Aceh mulai menerapkan kawasan bebas rokok di sejumlah wilayah atau tempat tertentu. Untuk tahap awal, ada delapan tempat yang dijadikan daerah bebas rokok dan “mengharamkan” siapapun untuk mengepulkan asapnya di daerah tersebut.
Delapan kawasan tanpa rokok yakni sarana kesehatan, arena kegiatan anak, sarana olahraga, angkutan umun, tempat kerja, tempat beribadah, tempat proses belajar mengajar (sekolah), dan fasilitas umun tertutup.

Dalam memberlakukan kawasan bebas rokok ini, Pemko Banda Aceh membentuk tim guna mengawasinya. Tim pemantau kawasan tanpa rokok merupakan tim yang ditunjuk langsung oleh Walikota. Tim terdiri dari pejabat pegawai negeri sipil (PNS) dan pejabat penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) di lingkungan Pemko Banda Aceh.

“Pemberlakukan kawasan bebas rokok ini ditetapkan dengan Peraturan Walikota Banda Aceh No 47/2011,” ujar Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, pada pencanangan kawasan bebas rokok di Ibu Kota Provinsi Aceh, Selasa (27/12) di sebuah hotel berbintang.

Walikota Mawardy Nurdin mengatakan, peraturan kawasan tanpa rokok itu dikeluarkan berdasarkan ketentuan Pasal 25 PP No 19/2003 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan. Untuk itu, perlu mengatur tentang kawasan tanpa merokok dalam wilayah kota Banda Aceh.

Dikatakannya, penetapan kawasan bebas rokok berlaku secara nasional, dan Banda Aceh juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jika berhasil, Banda Aceh menjadi kota ke-23 di Indonesia yang telah menerapkan kawasan bebas rokok.

Dikatakan, kebiasaan merokok merupakan sifat yang terbawa sejak kecil, karena masa kanak-kanak merokok untuk gagah-gagahan, Kebiasaan merokok bagi anak-anak juga dipengaruhi iklan yang menunjukkan merokok itu jantan dan dianggap tidak jantan bila tidak merokok, lalu mencoba sehingga kecanduan dan sangat sulit untuk dihilangkan.

Perokok juga harus menghargai orang lain yang tidak merokok, lanjut Mawardy, karena hasil survei menunjukkan perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif. Dengan diterapkannya kawasan bebas rokok dan beberapa peraturan tentang bebas merokok ini, bagi yang tidak mengindahkan akan dikenakan sanksi sesuai aturan berlaku.

Penghargaan-hukuman

Baru-baru ini pihaknya memberikan penghargaan kepada Kepala SKPD yang menerapkan tidak merokok di ruangan kantor, namun pihaknya juga tidak segan-segan memberikan sanksi kepada kepala SKPD berupa teguran administrasi bagi yang melanggar peraturan.

Bagi yang melanggar peraturan tersebut juga dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, serta pencabutan izin. Bila terus ditegur berarti yang bersangkutan tidak mampu lagi duduk di posisi tersebut.

“Sebagian penyakit dan kematian juga disebabkan oleh kebiasaan merokok,” ujar Mawardy sembari menambahkabn, di kawasan tanpa rokok juga dilarang kegiatan penjualan, iklan, dan promosi.

Diharapkan, masyarakat dapat berperan serta dalam mewujudkan kawasan tanpa rokok di tempat tinggalnya dengan cara memberikan bimbingan maupun penyebarluaskan informasi kepada masyarakat yang berkenaan dengan kawasan tersebut.

Walikota juga mengimbau pimpinan atau penanggung jawab kawasan tanpa rokok untuk membuat atau memasang petunjuk atau peringatan larangan merokok. Selain itu, wajib memberikan teguran dan peringatan kepada setiap orang yang melanggar ketentuan yang berlaku pada kawasan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Media Yulizar, mengatakan, Aceh merupakan peringkat ke-15 dari 33 provinsi di Indonesia dengan 80 persen perokok dewasa, bahkan 8-10 perokok dewasa di Aceh menghabiskan 18 batang rokok dalam sehari.

“Saat ini sudah 22 Kabupaten/kota dan delapan provinsi di Indonesia yang memiliki peraturan kawasan tanpa rokok,” ujar Yulizar. (irn)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *