2 KECAMATAN PADANG JADI CAGAR BUDAYA

PADANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, menetapkan sejumlah daerah di dua kecamatan sebagai kawasan lindung cagar budaya di kota itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang Hervan Bahar, di Padang, Rabu (28/12), mengatakan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sedang dibahas di DPRD Kota Padang, telah ditetapkan dua dari 11 kecamatan yang ada sebagai kawasan lindung cagar budaya.

“Kita telah menetapkan Kecamatan Padang Selatan dan Kecamatan Padang Barat, sebagai daerah yang memiliki kawasan lindung cagar budaya, sebab disana banyak bangunan-bangunan yang bernilai sejarah,” kata Hervan.

Dia menambahkan, dari dua kecamatan tersebut lokasi yang menjadi kawasan lindung cagar budaya itu adalah Kelurahan Pondok, dan Pantai Muara Padang.

Tujuan penetapan darah tersebut menjadi kawasan lindung cagar budaya oleh Pemkot Padang untuk menjaga kelestarian kawasan bersejarah dan bangunan bersejarah, serta dapat membentuk citra kota berdasarkan potensi sejarah.

Selain itu, dengan ditetapkannya kawasan tersebut sebagai cagar budaya, Pemkot Padang juga berharap dapat mengembangkan kegiatan ekonomi dan sosial budaya.

Kawasan yang dijadikan cagar budaya tersebut saat ini yakni pemukiman etnis tionghoa, dan merupakan salah satu tempat wisata yang menjadi tujuan para turis dalam dan luar negeri, karena memiliki banyak bangunan tua peninggalan Belanda.

Berdasarkan aspek sejarah yang kental di kawasan tersebut, meski banyak bangunan yang rusak pascagempa 30 September 2009, Pemkot Padang terus berusaha untuk mempertahankan keberadaan daerah tersebut, terutama bangunan-bangunan yang menjadi bukti perjalanan sejarah kota itu dan kemerdekaan Indonesia.

“Untuk pengaturan pemanfaatan kawasan lindung cagar budaya tersebut selanjutnya akan diatur lebih lanjut dengan peraturan wali kota,” jelas Hervan.

Hervan menambahkan, dengan ditetapkanya sebagai kawasan cagar budaya, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan juga akan meningkat ke Kota Padang, serta pemeliharaan di daerah tersebut semakin baik. (Ant)
sumber: http://www.sinarharapan.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *