KECAMATAN BORBOR TOBASA ANDALKAN 3 KOMODITI UNGGULAN

BORBOR SUMUT – Kalangan petani di Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, hingga kini tetap mengandalkan tiga jenis komoditi unggulan, yaitu kopi, kemenyan dan “andaliman” (sejenis tanaman yang digunakan untuk bumbu masak).

“Dari segi agroglimat, tiga jenis tanaman tersebut cocok dikembangkan di wilayah Borbor, berjarak sekitar 80 kilometer dari Balige, ibukota Kabupaten,” kata Camat Borbor Alisber Tambunan di Borbor.

Ketiga komoditas tersebut, menurut dia, selama puluhan tahun telah ditanam warga setempat sebagai mata pencaharian pokok dan dijadikan sebagai penopang utama memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, sehingga budidayanya tetap dipertahankan.

Ia mengatakan, khusus tanaman “Andaliman” petani menganggapnya sebagai tanaman primadona untuk dikembangkan, karena tumbuhan tersebut memiliki nilai ekonomis cukup tinggi tanpa membutuhkan biaya perawatan besar.

Hampir setiap minggu pedagang pengumpul dari Pematang Siantar membeli sekitar satu ton andaliman hasil panen petani, mengingat tanaman tersebut banyak digunakan sebagai bahan bumbu masak untuk mengolah makanan khas etnis Batak.

Dikatakannya, hampir 90 persen penduduk Kecamatan Borbor berjumlah 6.790 jiwa yang tersebar di 15 desa tersebut, menanam buah berbentuk bulat kecil mirip lada (merica), berwarna hijau agak kehitaman dengan aroma wangi tersebut, sebab harga jualnya bisa mencapai Rp150 ribu per kilo, sehingga petani tetap bergairah untuk membudidayakannya.

Memang, lanjutnya, sebagian petani menanam padi dan ubi kayu, namun mereka cenderung lebih memilih ketiga komoditas tersebut, karena hasilnya lebih menjanjikan.

Ia menambahkan, luas pertanaman Kemenyan di Kecamatan Borbor mencapai sekitar 150 hektare dan produksi getah kering yang dihasilkan dengan cara menoreh batang pohon kemenyan tersebut dijual para petani ke luar daerah seperti, Medan hingga ke Pulau Jawa.

Hasil hutan tersebut, juga menjadi salah satu andalan masyarakat Borbor, dan termasuk tumbuhan khas yang tidak terdapat di daerah lain serta merupakan komoditas ekspor yang banyak digunakan untuk obat-obatan dan campuran rokok bagi masyarakat di daerah tertentu.

“Permintaan pasar untuk komoditas itu menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahun, dan pasar kemenyan cukup potensial,” sebutnya.

Selain itu, kata Alisber, tanaman Kopi juga mengundang gairah cukup tinggi bagi petani setempat dalam pembudidayaannya, karena komoditas ekspor tersebut memiliki nilai ekonomis relatif tinggi, sehingga tetap dianggap sebagai salah satu komoditas unggulan.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *