JELANG NATAL, PROYEK REVITALISASI PASAR PEKAN DESA NEGARA RICUH

IMANUEL SITEPU. STM HILIR. Umat Gereja Batak Karo Protestan(GBKP) Bakal Jemat (Bajem) Desa Negara didampingi sejumlah masyarakat Desa Negara Beringin Kecamatan STM Hilir (Deliserdang) memprotes keras statemen yang dikeluarkan Patrik Sembiring yang merupakan pengawas Proyek Revitalisasi Pasar Pekan Desa Negara (Kecamatan STM Hilir, Deliserdang) yang dikerjakan oleh CV Arief Karya Sejati.

Kemarahan warga dipicu oleh pernyataan Patrik Sembiring kepada sejumlah umat GBKP dan masyarakat yang saat melaksanakan kebersihan menjelang perayaan Natal GBKP Runggun Tanjung Morawa Kiri, Klasis Lubuk Pakam, yang berlangsung Senin (26/12) mendatang di Losd Pekan Desa Negara.

”Walaupun kegiatan Perayaan Natal GBKP itu dihadiri Bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan, para pekerja proyek Revitalisasi Pasar ini tidak dapat diliburkan karena kami sedang kejar target, begitu printah atasan,” kata Patrik Sembiring kepada sejumlah umat GBKP dan warga di lokasi Sabtu (24/12).

Selain itu, menurut Darwin Barus selaku ketua Panitia lokal Natal GBKP semajelis (runggun) Tanjung Morawa kiri, perwakilan CV Arif Karya Sejati mengancam bila pekerjanya diliburkan pada perayaan Natal ini, pihak CV Arief Karya Sejati akan menyerahkan proyek kepada masyarakat, walaupun perkerjaan Proyek revitalisasi pasar ini tidak transparan dan amburadul, kata Darwin.

Dari amatan wartawan langsung di lokasi, tempat perayaan Natal GBKP yang direncanakan berjarak hanya beberapa langkah  dari proyek Revitalisasi Pasar yang ditangani CV Arif Karya Sejati. Kegiatan revitalisasi pasar sangat rentan mengganggu acara kebaktian yang akan dihadiri Bupati Deliserdang tersebut, beber Darwin lagi.

Hal senada diucapkan Bernab Sitepu, pengawas dari Dinas Pasar Deliserdang, pihaknya tidak mungkin meliburkan pekerja Proyek revitalisasi pasar pekan Desa Negara walaupun saat perayaan Natal GBKP itu dihadiri Bupati Deliserdang, karena dari pihak pemborong harus mengejar target selesai.

”Saya tidak memiliki wewenang meliburkan para pekerja. Itu keputusan yang dikeluarkan dinas pasar,“ kata Bernab melalui ponselnya saat dihubungi wartawan.

Karena merasa dilecehkan, warga yang sebagian pedagang di pasar pekan Desa Negara sepakat dalam waktu dekat  melaporkan pihak CV Arif Karya Sejati kepada kejaksaan terkait atas tender yang dikerjakannya teresbut.

“Selama ini kami diam walaupun bangunan ini bersalahan. Gara-gara bangunan revitalisasi ini, Losd yang lama tidak akan bisa lagi digunakan kalau turun hujan. Sejak adanya bangunan ini, para pedagang yang berjualan di Losd yang lama menjadi terusik akibat tempiasan air hujan masuk ke dalam dan membuat seluruh dagangan kami menjadi basah,” papar sejumlah pedagang yang datang ke lokasi itu.

Warga juga menambahkan, kalau dilihat dari besarnya biaya yang dikucurkan untuk membangun losd itu, separoh dari dana untuk membangun proyek teresebut tidak akan habis. Dalam papan proyek yang dipasang secara tersembunyi itu, dana proyek Revitalisasi Pasar Desa Negara Tahun Anggaran (TA) 2011 senilai Rp 493.993.000. “Biaya sebesar itu tidak mungkin habis kalau hanya membangun pasar seperti ini aja. Kuat dugaan, CV Arif Karya Sejati dengan dinas Pasar Deliserdang sudah ada kong kalikong,” tambah warga lagi.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *