GALIAN C DI SUNGAI BELAWAN KUTALIMBARU BEROPERASI KEMBALI

IMANUEL SITEPU. KUTALIMBARU. Belakangan ini, Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Deliserdang tengah gencarnya melakukan penertiban terhadap pelanggaran Perda yang dilakukan pengusaha. Baik terhadap sejumlah tower telepon selular yang menyalah, bangunan perumahan tanpa izin dan galian C illegal dibasmi satu per satu agar tidak bermasalah dengan berkepanjangan.

Akan tetapi, galian C illegal kini tumbuh satu lagi dari ratusan galian C yang ada di Kabupaten Deliserdang. Galian C yang satu ini berada di alur sungai Belawan, Desa Kwala Lau Bicik (Kecamatan Kutalimbaru) yang beberapa tahun lalu pernah diprotes warga petani Kampung Merdeka, Desa Kutalimbaru, karena dianggap sebagai penyebab hancurnya lahan persawahan mereka.

Namun sejakawal Desember 2011, alur sungai Belawan kembali dikeruk dengan menggunakan alat berat escavator (bekho) guna menyikat material pasir dan sirtu untuk dijual keluar. Dalam sebulan ini tidak sedikit material dari alur sungai diambil dan dibawa keluar untuk dijual. Lahan galian C ini sebelumnya milik pengusaha S br Tarigan, warga Pancurbatu.

Saat wartawan koran ini turun ke lokasi galian, Sabtu kemaren, menemukan 1 unit alat berat escavator tengah mengorek material pasir dan sirtu dari alur sungai Belawan. Namun, saat itu, pekerja yang ditemui tidak banyak komentar. Katanya, dia disuruh seseorang, yang tidak disebutkan namanya, yang memerintahkannya.

Salah seorang warga yang diduga punya hubungan dengan pengorekan itu mengaku bermarga Sembiring, menyatakan, lahan darat seluas 7 ha milik S br Tarigan warga Pancurbatu ini rencananya akan ditata untuk dijadikan pemandian. Kalau tidak ditata, tidak mungkin orang datang ke tempat ini. Ketika ditanya mengapa materialnya dibawa keluar dan material di alur sungai juga diambil dan diangkut keluar, Sembiring tidak berkomentar. Ia malah menyuruh untuk menghubungi seseorang warga setempat yang lebih mengetahui tentang pengorekan itu.

“Hubungi saja dia karena dia lebih mengerti masalah ini,” ujar Sembiring.

Camat Kutalimbaru Safi’i Sihombing SIP ketika dihubungi melalui ponselnya mengatakan, galian C di Desa Kwala Lau Bicik tidak ada izinnya. “Rekomendasi juga tidak ada diminta kepada kita. Jelasnya, galian tersebut tidak ada izinnya,” ujar Camat.

Dijelaskannya lagi, dalam hal ini pihaknya akan secepatnya menurutkan Satpol PP Deliserdang untuk menertibkannya. Menyangkut galian C yang lebih berwenang melakukan penertiban adalah Satpol PP Deliserdang. Namun, Camat juga mengakui kalau pihaknya juga mempunyai hak untuk menertibkannya dengan turun bersama-sama bersama unsur Muspika, ujar Camat.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *