PADI VARIETAS TAHAN WERENG PUN JUGA SASARAN HAMA WERENG

MedanBisnis – Klaten. Padi jenis varietas Inpari 13 yang sedang digalakkan penanamannya karena dikenal tahan serangan hama wereng batang cokelat di Klaten, Jawa Tengah (Jateng) tak luput dari sasaran hama tersebut.
Koordinator Pengamat Hama Dinas Pertanian Kabupaten Klaten Sunarno di Klaten, Kamis (22/12) mengatakan, serangan wereng yang mulai muncul kembali di wilayah ini tak hanya menyerang padi non Inpari, tetapi juga memakan tanaman padi Inpari 13 pada usia tanam lima sampai 50 hari.

“Dari sekitar lima hektare lahan pertanian yang diserang wereng, di antaranya ada yang merupakan padi Inpari 13, namun belum bisa dikatakan serangan karena hanya terdapat populasi saja. Hanya ada dua hingga tiga ekor hama per rumpun tanaman padi,” katanya.

Serangan secara keseluruhan terjadi di Desa Gondangsari, Kecamatan Juwiring. Total luas lahan pertanian di kecamatan tersebut 119 hektare. Populasi wereng pada Inpari 13 diakibatkan oleh adanya lahan pertanian yang ditanami padi jenis lain, yakni varietas beras ketan, serta waktu penanamannya tidak serempak.

Serangan wereng tersebut terjadi dalam sepekan terakhir, sehingga pihaknya langsung melakukan langkah antisipasi meluasnya serangan dengan cara melakukan semprot massal.

Semprot massal sudah dilakukan di areal pertanian yang diserang wereng oleh kelompok brigade perlindungan tanaman di setiap desa yang dibantu oleh anggota TNI. Sebanyak 75 tanki pestisida sudah digunakan dalam melakukan kegiatan tersebut, tambahnya.

Sebelumnya di wilayah yang sama, serangan wereng juga terjadi pada lahan seluas 12 hektare pada saat menjelang masa panen musim tanam I beberapa pekan lalu yang menyerang padi jenis Bestari dan Cimelati pada usia tanam 90 hari.

Namun serangan tersebut sudah berhasil diatasi dengan penyemprotan karena tingkat serangannya tergolong masih kecil. Antisipasi meluasnya serangan wereng tersebut tidak hanya dilakukan oleh pemerintah beserta petani, tetapi juga pemerintah kecamatan yang telah meningkatkan koordinasi terhadap pihak terkait jika ditemukan serangan baru di lapangan.

“Karena sebelumnya sudah ada lahan yang diserang, kini kami tingkatkan koordinasi dengan dinas pertanian serta kelompok tani untuk langkah antisipasi serangan wereng agar tak terlanjur meluas,” kata Camat Juwiring Jaka Hendrawan.

Langkah tersebut dilakukan karena petani tidak mau kembali merugi akibat padi yang mereka tanam puso karena diserang wereng. Pada 2010 hingga pertengahan 2011 di Klaten terjadi serangan wereng besar-besaran dengan total luas lahan yang diserang 3.400 hektare hingga mengakibatkan produksi padi turun drastis dan kerugian petani mencapai Rp12,5 miliar. (ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *