KAKAK AHOK MINTA PEMBUNUH ADIKNYA DIHUKUM BERAT

IMANUEL SITEPU. PANCURBATU. Leo Chandra alias Ahok (25) telah tiada. Dia tewas dihabisi di Jl. Jamin Ginting, Desa Bandarbaru (Kecamatan Sibolangit, Deliserdang) (Kamis 28 April 2011) lalu sekira Pkl. 21.00 di hadapan pacarnya Nina Eliza (23) warga Desa Paya Geli (Kecamatan Sunggal, Deliserdang). Dua orang terdakwa pelaku, yang menghabisi nyawa korban, dituntut hukuman masing-masing 18 tahun dan 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dicky Wirawan Sitinjak SH di PN Lubuk Pakam yang bersidang di Pancurbatu.

Kedua pelaku adalah Dosin Sembiring Pelawi alias Doa (27) warga Desa Merdeka (Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo) dan Natanael Bangun alias Nata (29) warga Jalan Gundaling, Desa Gongsol (Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo).

Menanggapi tuntutan yang diajukan JPU, Dinda alias Lala (29) kakak kandung Ahok yang tinggal di Komplek Rahayu Mas No.65 H Tembung menyatakan, terlalu ringan bagi seorang pembunuh berencana dibanding perbuatan sadisnya. “Adik saya Chandra dibunuh secara keji. Membunuh ayam saja tidak seperti yang dilakukan terhadap Chandra,” keluhnya.

Adik dari lima bersaudara itu dibunuh saat mau pulang dari pemandian Lau Sidebuk-debuk (Kabupaten Karo). Menjelang Bandarbaru, Chandra dibunuh dengan sadis. Di lehernya terdapat 2 luka menganga yang hampir membuat putus lehernya. Di bagian dada terdapat 1 tikaman hingga tembus dan di bagian perut terdapat 4 bekas tikaman.

Atas perbuatannya itu, kata Lala, hukuman kedua pelaku jangan lagi kurang dari tuntutan yang diajukan jaksa. Kalau bisa supaya dinaikkan lagi, karena perlakuannya sangat sadis. Kalau berencana melakukan pembunuhan cuma segitu hukumannya, semua orang akan merencanakan pembunuhan. “Saya harap, majelis hakim tidak mengurangi hukuman terdakwa dari tuntutan yang diajukan jaksa dan kalau bisa ditinggikan lagi,” katanya.

Dinda alias Lala juga mengatakan, pembunuhan adiknya Chandra jelas direncanakan. Tidak ada Chandra menyalip kedua pelaku dalam perjalanan seperti yang disampaikan Nina Eliza.

“Kata Nina, malam itu mereka berjalan pelan dengan mengendarai sepedamotor V-ixion baru yang masih memakai BK toko. Tapi pelaku yang sudah berencana merampok sepedamotor adik, membuntutinya dari belakang. Di perjalanan adik saya dibunuh. Entah dikiranya ayam adik saya itu sehingga dibunuh secara keji dan sadis,” ujar Lala.

Atas peristiwa sadis itu, Lala berharap kedua pelaku dihukum seberat-beratnya dan jangan dikurangi lagi dari tuntutan yang diajukan jaksa.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *