BI IMBAU PERBANKAN KONSEN BIAYAI SEKTOR PETERNAKAN

MedanBisnis – Medan. Peluang untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor peternakan masih sangat besar. Skim-skim yang ada seperti Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta skim kredit lainnya masih memungkinkan untuk dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, Bank Indonesia (BI) mengimbau perbankan untuk konsen membiayai sektor peternakan.

Menurut data BI, realisasi penyaluran KKPE di perbankan Sumut hingga posisi November 2011 mencapai Rp 32,76 miliar atau sekitar 99,26% dari total plafon sebesar Rp 33,01 miliar dengan jumlah debitur mencapai 127 debitur. Bila dilihat berdasarkan dari rinciannya, kelompok kegiatan usaha pangan mencapai realisasi 100% dari total plafon sebesar Rp 6,37 miliar.

Untuk kelompok kegiatan usaha padi, jagung dan kedelai, realisainya mencapai 99,96% atau sebesar Rp 7,663 dari total plafon sebesar Rp 7,666 miliar. Sedangkan untuk kelompok kegiatan usaha tanaman hortikultura realisasinya mencapai 99,94% atau Rp 1,731 miliar dari total plafon Rp 1,732 miliar.

Sementara untuk kelompok kegiatan usaha peternakan realisasinya 98,6% atau sebesar Rp 16,995 miliar dari total plafon Rp 17,236 miliar. Mengingat potensi yang cukup besar dari peternakan ruminansia atau hewan pemamah biak seperti sapi, kerbau, dan kambing di Sumut, Kantor Bank Indonesia (KBI) Medan menginisiasi acara Bazaar Intermediasi Peternakan Ruminansia dan Perbankan Sumut 2011.

β€œIni sebagai bentuk ekspose ke masyarakat Sumut bagaimana potensi peternakan dan upaya perbankan dalam intermediasi pendanaan ke sektor peternakan. Karena itu, melalui bazaar ini, diharapkan perbankan benar-benar konsen membiayai sektor peternakan,” ujar Pemimpin Kantor Koordinator BI Sumut dan Aceh, Nasser Atorf, pada acara Bazaar Intermediasi Peternakan Ruminansia dan Perbankan Sumut, di Lapangan Benteng Medan, Rabu (21/12).

Berdasarkan hasil Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau Tahun 2011, Sumut memiliki 504.624 ekor lembu dan kerbau yang dipelihara oleh 148.845 peternak. Dan, secara nasional, Sumut berada pada peringkat ke-8, di bawah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali.

Kontribusi Sumut terhadap produksi nasional masing-masing menghasilkan angka 3,66% (sapi potong), 0,15% (sapi perah) dan 8,76% (kerbau). Dikatakan Nasser, komoditas daging sapi dan produk lainnya yang bersumber dari ternak ruminansia masih memberikan kontribusi yang signifikan menciptakan inflasi di daerah terutama karena kenaikan harga yang kurang wajar pada saat hari-hari besar keagamaan.

Dukungan perbankan untuk usaha peternakan sapi di Sumut, kata Nasser, memang sudah sangat bagus. Terbukti, pada Bazaar Intermediasi Peternakan Ruminansia dan Perbankan Propinsi Sumut 2011, ada sekitar 14 bank yang berpartisipasi yakni Bank Sumut, BRI, BCA, BNI, Bank Mandiri, Bank Mestika Dharma, Bank BTPN, Bank BII, Bank Syariah Mandiri, BNi Syariah, Bank Permata, Bank Agro, BTN dan Bank Danamon.

Direktur Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu, mengatakan, pihaknya memang konsen mendukung pembiayaan di sektor peternakan melalui KUPS. Tercatat, untuk tahun 2010 dan 2011, Bank Sumut telah menyalurkan KUPS sebesar Rp 52 miliar dari total plafon Rp 60 miliar.

“Bank Sumut memang ingin mendukung penuh petani peternak di Sumut. Karena itu, untuk tahun 2012 mendatang kita akan menargetkan penyaluran KUPS sebesar Rp 60 miliar,” kara Gus Irawan. (elvidaris simamora)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *