PT PIM MULAI PASARKAN PUPUK ORGANIK

MedanBisnis – Medan. Mendukung program pemerintah Go Organik serta memasyarakatkan penggunaan pupuk organik di kalangan petani, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memproduksi pupuk organik yang diberi nama PIM Organik. Untuk Sumatera Utara (Sumut), pemasarannya akan dilakukan tahun 2012.
“Kalau untuk Propinsi Aceh Nangroe Darussalam (NAD) kami telah distribusikan sejak November 2011. Dan, sosialisasi pupuk PIM Organik ini kami lakukan baik melalui pertemuan maupun demonstrasi plot (demplot). Bahkan, baru-baru ini kami juga telah melakukan panen demplot tanaman padi yang menggunakan pupuk PIM Organik di Desa Paloh Igeuh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara di atas lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi,” kata Kepala Penjualan Wilayah (KPW) PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aliussani, kepada MedanBisnis, Selasa (20/12) di Kantor PIM, Jalan Gajah Mada, Medan.

Dikatakannya, pelaksanaan demplot tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi tanam System of Rice Intensification (SRI) yang mengaplikasikan pupuk anorganik dan PIM Organik. “Jadi, kita menggunakan  pupuk anorganik dan organik dengan perbandingan 50% : 50% dan menggunakan varietas Legowo dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm,” jelasnya.

Untuk hasil atau produksi yang diperoleh dari demplot tersebut, Aliussani mengatakan, dari hasil ubinan yang dilakukan diperoleh 8,8 ton per hektare. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitas rata-rata padi masyarakat Aceh Utara pada umumnya yang hanya berkisar antara 5-6 ton per hektare.

Sebenarnya kata Aliussani, sosialisasi pupuk PIM Organik terhadap tanaman padi telah  mereka lakukan sebanyak tiga kali di lokasi yang berbeda yaitu di Desa Reuleut Barat Kecamatan Muara Batu, Desa Geulumpang Sulu Barat dan terakhir di Desa Paloh Igeuh Kecamatan Dewantara yang menghasilkan produkstivitas memuaskan.

“Untuk tahap berikutnya akan dilaksanakan sosialisasi pada beberapa kabupaten lainnya seperti demplot terhadap tanaman jagung di Aceh Timur dan Aceh Tenggara, tanaman padi di Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie Jaya dan Abdiya. Sedangkan untuk hortikultura akan disosialisasikan di Kabupaten Bener Meriah,” ujarnya.

Mengenai kapasitas produksi, Aliussani mengatakan, pihaknya telah memproduksi pupuk organik dengan kapasitas produksi sebanyak 12.000 ton per tahun. Namun sejauh ini, pemasaran atau pendistribusiannya masih dilakukan di Provinsi Aceh tepatnya sejak bulan Nopember lalu. “Untuk Sumatera Utara, kemungkinan besar akan  kita mulai tahun 2012,” katanya. ( junita sianturi)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *