DIDUGA NEKAT BAKAR DIRI – PASUTRI TEWAS, ANAKNYA KRITIS

Warga Kabanjahe dikejutkan dengan raungan sirene mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab Karo, Minggu (18/12) sekitar pukul 23.50 WIB. Pasalnya, empat  rumah di Jalan Wagimin, Gang Sejahtera, Kabanjahe, hangus terbakar dan rata dengan tanah.

Selain menghanguskan empat ru­mah, pasangan suami-istri (pasutri) tewas di tempat. Sedangkan anaknya  mengalami luka bakar. Sementara jumlah kerugian belum diketahui secara pasti. Dugaan sementara, api berasal dari aksi nekat bakar diri pemilik rumah.

Untuk mencegah api tidak semakin meluas, petugas pemadam kebakaran turut dibantu warga sekitar, aparat kepolisian, TNI-AD dari 125/ Simbisa dan Kodim 0205/ TK secara bahu-membahu memberikan pertolongan memadamkan api. Namun upaya itu tidak berhasil karena kobaran api begitu besar. Sehingga mobil pemadam kebakaran harus bolak-balik kembali ke markas mengisi air untuk melakukan penyiraman kembali.

Korban tewas dalam insiden kebakaran itu, Herianto (46) dan istrinya Ernawati (44), yang merupakan pemilik dua rumah yang terbakar. Diduga kuat kedua korban tewas karena terpanggang api yang membakar rumah mereka. Sementara korban luka bernama Rizal (21), yang merupakan anak  Ernawati.

Korban mengalami luka bakar pada bagian wajah, lengan kanan dan kaki kiri, sehingga harus dilarikan ke RSU Kabanjahe malam itu juga.

Penyebab kebakaran masih simpang siur. Berbagai informasi yang didapat, diduga Herianto suami Ernawati sengaja membakar dirinya. Menurut pembantunya bernama Juli (20), malam itu dia mendengar seseorang datang dan masuk ke kamar tidur.

Kepada wartawan Juli mengatakan, malam itu sebelum terjadi kebakaran, dia tidur bersama majikannya (Ernawati) di kamar atas (loteng) belakang. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka dan menindih majikannya itu. Atas kedatangan seseorang itu, Juli mencium bau minyak bensin sehingga dengan segera melompat dan menyelamatkan dirinya ke luar rumah.

“Saya tidak lihat siapa itu bang. Karena, waktu kami mau tidur, lampu kami matikan. Tapi, karena dekat-dekatan tidur kami, saya bisa melihat ada seseorang yang menindih ibu. Tapi, sudah bau bensin. Saya langsung lompat menyelamatkan diri dan meminta pertolongan,” ujar Juli.

Sementara informasi lain menyebutkan, sebelumnya suami Ernawati tidak berada di Kabanjahe. Namun, belakangan ini suaminya itu sering menelepon Ernawati dan mengucapkan kata-kata ancaman (teror) akan membakar dirinya kalau tidak berubah dari tingkah laku selingkuhnya.

Bahkan, isi pembicaraan tersebut sempat didengar beberapa tetangga dan jirannya, sehingga para jiran juga tidak menyangka hal itu akan terjadi.

“Suaminya itu selama ini sudah di Jambi. Selama ini mereka selalu berhubungan lewat telepon. Tapi, empat hari yang lalu, Ernawati mengeluhkan isi pembicaraannya lewat telepon yang berisi ancaman. Kami bilang, itu cuma main-main suamimu. Tidak mungkin, tidak mungkin dia berani melakukan itu,” ujar salah seorang tetangganya. Pemilik empat rumah yang terbakar, yakni dua unit milik Herianto. Sedangkan dua lainnya milik Somad (40) dan Lemin (50).

Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Ig Agung Prasetyoko SH MH mengimbau, informasi-informasi yang berkembang saat itu harus diselidiki lebih dalam, sehingga tidak simpang siur. Aparat kepolisian Polres Karo akan melakukan identifikasi terhadap korban meninggal dunia yang terbakar dengan berkoordinasi dengan pihak RSU Kabanjahe,” ujarnya.
sumber:http:// medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *