KENAPA PAS NATALAN KAM PERGI ANAKKU…

MEDAN-Kecelakaan lalu-lintas terjadi di Jalan Jamin Ginting KM 39-40 Dusun II Desa Sibolangit, Sibolangit, Deliserdang, Jumat (16/12) dini hari pukul 02.30 WIB. Satu unit truk BK 8535 DS yang dikemudikan Pandapotan Tambunan (38) warga Jalan KL Yos Sudarso, Lingkungan III, Tanjung Mulia, Medan, menyeruduk lima rumah milik warga yang mengkibatkan tiga orang tewas.

Data yang berhasil dihimpun, saat itu truk beroda sepuluh tanpa muatan tersebut melaju dari Karo menuju Medan. Namun, begitu tiba di KM 39-40, Pandapotan yang diduga mengantuk tidak bisa mengendalikan truk yang dikemudikannya. Sehingga, truk tergelincir ke kiri jalan dan langsung menyeruduk lima rumah warga.

Naas bagi penghuni rumah yang dalam keadaan terlelap. Tiga orang seketika tewas di tempat, termasuk supir truk Mereka adalah Agustiani br Ginting (30) dan anaknya Micaris Barus (5) dan sang supir, Pandapotan Tambunan, yang tewas terjepit di dalam truk. Sedangkan kernet, hingga saat ini belum diketahui identitasnya masih kritis di IGD RSUP H Adam Malik, Medan. Selain itu, warga lain bernama Job Rasman Barus (45) mengalami luka-luka. Sedangkan, Reapin Katriel Barus (10), hanya mengalami luka ringan.

Ternyata, kejadian tersebut bukan kali pertama. Diketahui sudah tiga kali kejadian seperti itu. Sekira satu tahun setengah lalu, Agustiani br Ginting (korban tewas) juga sempat menjadi korban. Namun, saat itu Agustina berhasil selamat dari maut walau mengalami cacat di bagian kaki. Kala itu, yang ‘bertamu’ ke rumah Agustina adalah truk juga.

Seorang pemilik rumah yang juga menjadi korban, Melani br Tarigan (39), menyebutkan saat kejadian tersebut dia sedang berada di dalam rumah. “Saya sedang tertidur di lantai dua rumah saya dengan anak saya. Tiba-tiba saja saya dikejutkan dengan dentuman keras. Dan setelah terbangun, ternyata kejadian yang terjadi begitu cepat sekali itu, saya sudah berada di dalam bak truk itu bersama dengan anak saya. Takut sekali saya saat itu dan saya pun langsung meraih anak saya yang selamat. Saya berusaha keluar di mana pada saat itu gelap kali,” tutur Melani.

Kejadian kecelakaan tunggal yang menghebohkan warga tersebut mengakibatkan kemacetan panjang. Pihak polisi lalu lintas Polsekta Pancurbatu berupaya mengevakuasi truk dengan menggunakan dua alat derek. Tidak hanya itu, suka duka pun memecahkan konsentrasi warga setelah truk berhasil dikeluarkan dari reruntuhan bangunan semi permanen itu.

Dua unit mobil ambulans pun tiba dengan membawa dua korban jiwa yang tewas ke rumah duka. Isak tangis menyambut kedatangan jenazah Agustini dan Micaris. “Kenapa saat Natalan ini kam pergi anakku… Kenapa bisa begini yang terjadi Tuhan… Aduh…” tangis salah seorang wanita.

Hingga saat ini kondisi kelima rumah tersebut sama sekali tidak dapat dihuni para pemiliknya lagi karena rusak berat. Sebagian perabotan rumah warga porak poranda termasuk rumah milik Melani br Tarigan, dimana pernak-pernik menyambut Natal ikut rusak termasuk pohon natal. Satu unit sepeda motor juga tertimpa reruntuhan bagunan.

Kapolsekta Pancurbatu AKP Ruruh Wicaksono SIK melalui Kanit Lantas AKP Tony Simanjuntak SH mengatakan, pihaknya telah memintai keterangan dari saksi-saksi. “Barang bukti truk yang ringsek kita amankan di Pos untuk dilakukan penyidikan dan kita juga memintai keterangan dari saksi-saksi. Untuk kernet, kondisinya masih kritis dan identitasnya belum kita ketahui,” katanya.

Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik Sairi Saragih mengatakan, korban masih dirawat di IGD dan belum bisa ditemui karena kondisinya masih kritis. “Korban masih dirawat intensif,” ucapnya.

Sementara, Maimunah (35), istri dari Pandapotan Tambunan, warga Jalan KL Yos Sudarso Lingkungan III, Tanjung Mulia, Medan, terlihat menangis di depan pintu masuk ruang instalasi jenazah RSUP H Adam Malik, Jumat siang. “Kenapa dirimu pergi suamiku. Bagaimana dengan anak kita ini suamiku,” isaknya di dekat jenazah suaminya.

Maimunah menuturkan, sebelum berangkat kerja tidak ada mengatakan apa-apa. “Dia berangkat bekerja seperti biasa dan saya tidak ada firasat buruk. Dia berangkat kerja seperti biasa dan tidak ada berkata-kata sedikit pun,” ucapnya.

Sambil menitikkan air mata, Maimunah menerangkan, dia baru mengetahui kabarnya Jumat pagi. “Saya mengetahui kabarnya tadi pagi pukul 07.00 WIB dari pihak keluarga dan polisi,” kata ibu beranak satu ini sambil berlalu masuk mobil ambulans.(jon/mag-5)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *