SUMBAR HADAPI TUJUH MASALAH KEHUTANAN

PADANG–MICOM: Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan bahwa pemerintah provinsi menghadapi tujuh permasalahan dalam pengelolaan kehutanan di daerah yang memiliki kawasan hutan seluas 2,6 juta hektare itu.

Masalah pertama, kondisi topografi wilayah yang berbukit-bukit dan bergelombang serta lahan yang yang rentan terhadap erosi, banjir, dan longsor, sehingga menjadi daerah rawan bencana, kata Gubernur di Padang, Sabtu (17/12).

Masalah kedua, katanya, tingginya tekanan terhadap kawasan hutan akibat meningkatnya kebutuhan lahan masyarakat yang memicu peningkatan keberadaan lahan kritis di dalam maupun di luar kawasan hutan. Ke tiga, Sumbar sebagai pemegang peranan strategis dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) terpadu, karena terdapat hulu sungai besar untuk wilayah Riau dan Jambi yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.

Selanjutnya, masalah ke empat, meningkatnya kebutuhan kayu untuk Sumbar maupun luar provinsi sehingga memicu terjadinya penebangan liar dan perdagangan liar hasil hutan tersebut. Indikasi meningkatnya penebangan liar terlihat dari keberadaan sawmill (industri pengergajian kayu) ilegal, sehingga sering terjadi perambahan dan ancaman kebakaran hutan.

Masalah ke lima, kurangnya kesadaran masyarakat atas fungsi hutan serta desakan ekonomi masyarakat sekitar hutan, sehingga memicu tingginya tekanan terhadap kawasan hutan. Ke enam, belum berkembangnya upaya pemanfaatan jasa lingkungan dan pariwisata alam di kawasan hutan. Sedangkan masalah ke tujuh yang dihadapi Sumbar adalah masih rendahnya akses informasi tentang data kehutanan dan rendahnya kualitas sumber daya manusia pengelola kehutanan. (Ant/OL-01)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *