PENUTUPAN PELATIHAN PEMBUATAN ABON KUB NELAYAN DELI MAKMUR

Labuhan Deli, (Analisa). Melalui pelatihan pembuatan abon, bakso dan kerupuk ikan yang diikuti sebanyak 47 wanita dari keluarga nelayan di Medan Labuhan, mampu menjadi modal usaha dalam membuka industri rumah tangga (home industry).
Demikian sambutan tertulis Walikota Medan Drs Rahudman Harahap, yang dibacakan Kadis Perikanan dan Kelautan (Kadiskanla) Ir H. Wahid M.Si, dalam acara penutupan pelatihan yang berlangsung selama 6 hari tersebut, Selasa (13/12).

Untuk itu, kata Rahudman, dibutuhkan keberanian dan keseriusan para wanita kaum nelayan, agar berperan dalam mendukung perekonomian keluarga. Diharapkan produk yang dihasilkan dapat dikembangkan. Sehingga nantinya bisa dipasarkan ke supermarket ternama.

Pada kesempatan itu, Pemko melalui Kadiskanla menyerahkan bantuan kepada 4 kepala kelompok peserta pelatihan yang berjumlah 47 orang, berupa mesin press hidrolik, penutup plastik, timbangan 100 kg dan 20 kg, keranjang, pisau, wadah pengukusan, kompor serta penggorengan.

Kadiskanla juga menambahkan, untuk bantuan itu pihaknya juga telah menyiapkan teknisi agar para peserta dapat mahir menggunakan alat yang disiapkan tersebut.

Bahkan untuk promosi perdana pemasaran hasil kerajinan ibu kaum nelayan, Kadiskanla mengizinkan para peserta pelatihan menggunakan dermaga TPI Kelurahan Nelayan Indah, dijadikan lokasi berjualan pada Minggu depan.

Dalam laporan Ketua KUB Nelayan Deli Makmur Zulham Nasution, yang sekaligus panitia pelaksana mengajak, para peserta secara bersama-sama mengembangkan usaha ini.

Dia berharap kegiatan yang digelar KUB Nelayan Deli Makmur seperti ini juga didukung berbagai pihak lainnya. Sebab sejak pelatihan ini dibuka mendapat animo yang cukup tinggi . Bahkan sejumlah kaum ibu di Marelan, Belawan mengusulkan kepada panitia untuk segera dibuka pelatihan yang sama di tempat mereka.

Sementara Ketua HNSI Kota Medan Zulfahri Siagian meyakini, kedepannya hasil produk kaum wanita nelayan dapat bersaing dan masuk pasar umum. Mengingat selama ini produk hasil kerajinan warga sering tak diterima di pasar modern lantaran kalah dalam hal packing.

Artinya bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar tepat dan sangat bermanfaat dalam hal pengembangan usaha berkesinambungan. Begitu juga terus dilakukan pemantauan terhadap kesinambungannya.

Dalam penutupan kegiatan yang digelar KUB Nelayan Deli Makmur bekerjasama dengan Pemko Medan dan HNSI Medan dan Akutan tersebut, ditandai penyerahan sertifikat dan pembentukan 4 kelompok wanita nelayan.(maa)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *