1.375 PENGGUNA NARKOBA POSITIF HIV

MEDAN (Waspada): Hasil survey menyebutkan dari 2500 pengguna narkoba 55 persen atau 1.375  orang di antaranya diketahui positif terinfeksi virus mematikan HIV dan narkoba sumber utama  penyebarannya.

Menggunakan jarum suntik dan hubungan seks bebas menjadi media penyebaran utama HIV bagi para  pecandu narkoba. Demikian terungakap dalam seminar sehari tentang bahaya penyalahgunaan  narkoba bagi generasi muda  dilaksanakan LSM Drugs Information Centre, di Garuda Citra Hotel,  Sabtu (10/12).

Seminar  menghadirkan narasumber Komisaris Polisi Tuti Herawati dari Direktorat Narkoba  Poldasu, Andi Ilham Lubis SKM M.EPID dari  Dinas Kesehatan Sumut, dan Ketua Gapenta Sumut Drs  H Wirman Lumbantobing.  Peserta seminar dari kalangan  LSM, pemuda, pelajar, dan tokoh  masyarakat.

Ketua LSM Drugs Information Center Zulkarnaen Sitanggang menyebutkan, seminar ini diharapkan  dapat memberikan pencerahan dan pemahaman bagi masyarakat tentang bahaya narkoba secara  komfrehensif berikut beberapa penyakit berbahaya yang ditimbulkannya.

“Melalui kegiatan ini  kami harapkan peserta mendapatkan informasi secara baik dan menjadi agen perubahan di tengah  masyarakat terhadap bahaya narkoba serta upaya penanggulangannya, sehingga sosialisasi yang  dilaksanakan bisa lebih maksimal, “ sebutnya.

Drs Wirman Lumbantobing menyampaikan, Indonesia merupakan lahan subur peredaran narkoba  karena populasi penduduknya yang banyak, ditambah penerapan hukum yang tidak terlalu ketat  seperti yang dilaksanakan negeri lain. Akibatnya, ada kecenderungan ketika mafia peredaran  narkoba semakin sulit bergerak di negeri asalnya, maka menjadikan Indonesia sebagai lahan  subur peredaran narkoba.  “Asumsi ini ditunjukkan dengan semakin tingginya jumlah pengguna  narkoba terutama dari kalangan remaja,” katanya.

Dia  mencontohkan kasus peredaran narkoba tertinggi di kawasan Belawan dan sampai saat ini  belum berhasil diredam pihak berwajib. Hal itu berdasarkan survey Gapenta di beberapa daerah  dan menunjukkan bahwa peredaran narkoba di daerah pelabuhan itu sudah sangat  mengkhawatirkan.

Menurut dia, ada tiga upaya yang harus dilakukan untuk meredam peredaran narkoba ini, yaitu  pencegahan dini dari keluarga dan masyarakat. Langkah ini menjadi yang paling utama dan  menjadi upaya yang harus dilaksanakan secara terus-menerus.

Kalau sekiranya ada anggota keluarga yang terlanjur menjadi pengguna narkoba, kata Wirman,  maka solusi yang harus diberikan adalah membawanya ke pusat rehabilitasi narkoba agar dapat  dipulihkan dan hidup secara normal. Dan upaya yang terakhir adalah penegakan hukum, yaitu  memberikan hukuman yang seberatberatnya kepada bandar, pengedar, serta penguna narkoba.  Dengan demikian, katanya, akan memberikan efek jera dan menjadikan kasus narkoba dapat  ditekan untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi di masa datang.(m49)
sumber: http://waspadamedan.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *