ROMA TARIGAN MINTA POLISI USUT PERAMPASAN TANAH ADAT

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI РRoma Tarigan warga kampung kemerahan, Kelurahan Sei Bingai, Kabupaten Langkat melaporkan kasus sengketa tanah adat yang diambil PT. Serdang Hulu ke Polres Binjai. Kini keluarga Roma Tarigan masih tetap menanti  penegakan hukum dari Polres Binjai, Minggu (13/11/2011).

Roma Tarigan mengatakan sebenarnya tanah adat pribadi saya berasal dari hibah pengulu kampung kemerahan sekitar 10 hektar tahun 1974. Namun tahun 1975 PT. Serdang hulu merampas paksa  tanah adat dirampas paksa dan setelah HGU PT. Serdang Hulu habis tahun 2002 tanah dikembalikan menjadi tanah adat.

“Setelah tanah adat tidak dikelola PT. Serdang Hulu. Maka keluarga saya kembali mengelola tanah adat dengan menanami pohon kelapa sawit, coklat, pisang, durian, dan kelapa. Namun pada tanggal 14 Januari 2009 PT. Serdang Hulu kembali merampas tanah adat secara paksa dengan menggunakan preman,”katanya.

Semua pohon palawija yang sudah besar dan siap panen dijarah oleh preman bahkan tanaman tumpang sari di rusak. Kini tanah adat kembali diambil oleh PT. Serdang Hulu. Akibat kejadian perampasan tanah adat maka keluarga Roma Tarigan ingin mendapatkan keadilan hukum di Polres Binjai.

“Saya ingin tanah adat dikembalikan untuk keluarga Roma Tarigan. Karena akibat kejadian perampasan tanah adat anak saya mengalami gangguan jiwa. Jadi kemana lagi saya harus mengadu kalau bukan ke Polisi. Karena Polisi yang bisa menyelesaikan kasus perampasan tanah adat,”tambah dia.

Keluarga Roma Tarigan sudah membuat laporan dan memberikan bukti-bukti kekerasan PT. Serdang Hulu yang merampas tanah adat dari masyarakat kampung merah. Hingga tahun 2011 laporan masyarakat kampung merah dan keluarga Roma Tarigan belum mendapatkan kepastian hukum. Mereka masih berharap ada keadilan yang bisa diterima masyarakat dan keluarga Roma Tarigan untuk kembali mengelola tanah adat sebagai peningkatan kesejahteran perekonomian masyarakat kampung merah.(Ahm/tribun-medan.com)
sumber : http://medan.tribunnews.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *