PRODUKSI SAYURAN SUMUT CAPAI 909.270 TON

MedanBisnis – Medan. Hingga Oktober 2011, produksi sayur mayur asal Sumatera Utara (Sumut) mencapai 909.270 ton dengan produktivitas mencapai 146,58 kwintal per hektare.
Kasie Bidang Data dan Perumusan Program Dinas Pertanian (Distan) Sumut Lusyantini mengatakan, kabupaten penyumbang sayuran terbanyak di Sumut adalah Karo, Simalungun dan Deli Serdang. “Lebih dari 60 persen sayuran di Sumut disumbang oleh ketiga daerah tersebut,” kata Lusi, kepada MedanBisnis, di Medan, Senin (12/12).

Dia mengakui, produksi sayuran Sumut tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang produksinya mencapai 1.022.056 ton dengan produktivitas mencapai 128,14 kwintal per hektare.
Meskipun begitu, pihaknya optimis produksi tahun ini akan melebihi produksi tahun lalu lantaran masa panen November dan Desember belum terakumulasi. Apalagi produktivitas tahun ini lebih tinggi jika dibanding tahun lalu. “Kami tetap optomis produksi akan meningkat tahun ini, karena yang terjadi di lapangan petani memanen sayuran sangat banyak pada tahun ini,” kata dia.

Dikatakannya, saat ini petani sangat bergairah untuk menanam sayuran khususnya bawang merah, cabai, kol dan sawi karena permintaan akan komoditas sayuran tersebut di pasaran sangat tinggi. Apalagi dengan kondisi klimatoligi Sumut yang akhir-akhir ini sangat mendukung.

Sementara itu, salah seorang pedagang sayuran di Pusat Pasar Medan, Rosmalia mengatakan, saat ini pasokan sayuran relatif lancar setelah sebelumnya mengalami kendala yang disebabkan musim hujan yang mengguyur Sumut. “Saat hujan lalu, pasokan sangat minim, tapi memasuki bulan Desember pasokan sudah mulai lancar sehingga kami bisa melayani permintaan konsumen,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, saat ini permintaan konsumen terhadap sayuran terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru yang sebentar lagi akan tiba.

Mengenai harga, dia mengakui, sempat terjadi fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir karena pasokan yang sedikit terhambat. “Sebenarnya petani memanen sayuran cukup banyak, tapi karena hujan pasokan mengalami hambatan dan terjadi perubahan harga terus menerus,” ungkapnya. (daniel pekuwali)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *