NEGARA ASING MINATI UBI JALAR

SUMUTMedanBisnis – Medan. Saat ini beberapa negara maju mulai melirik produksi ubi jalar yang dihailkan oleh petani di Indonesia khususnya Sumatera Utara (Sumut). Tingginya permintaan tersebut karena ubi jalar digunakan untuk kegiatan aneka industri seperti industri fermentasi, tekstil, lem, kosmetika, farmasi, industri makanan dan pembuatan sirup.
“Negara pengimpor ubi jalar Indonesia adalah Singapura, Belanda, Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia. Dan, produksi umbi-umbian termasuk ubi jalar dan ubi kayu Sumatera Utara pada Angka Ramalan (Aram) III tahun 2011 mencapai 811.517 ton dan ubi jalar sebanyak 109.883 ton,” kata Kasubdis Bina Program Dinas Pertanian Sumut, Lusyantini, kepada MedanBisnis, Jumat (9/12) di Medan.

Dikatakannya, kedua komoditas umbi-umbian ini banyak dikembangkan petani di Sumut bersamaan dengan tingginya harga jual dan permintaan pasar. “Di tingkat petani harga jual ubi kayu sangat bagus, yakni berkisar Rp 800 hingga Rp1.000 per kg. Dengan harga tersebut, petani bisa memperoleh pendapatan mencapai Rp30 juta per hektare dengan rata-rata produksi 30 ton per hektare,” jelasnya.

Dikatakannya, permintaan ubi kayu di dalam negeri saja sudah banyak untuk industri tepung taioka dan keripik serta lainnya. Belum lagi untuk diekspor ke luar negeri. “Tanaman ubi kayu sangat mudah tumbuh dan petani biasanya jarang memupuk tanaman. Bibit tidak terlalu susah didapat karena menggunakan sistem stek atau batang dan biasanya petani memanfaatkan bibit dari tanaman sendiri tanpa regenerasi,” ujar Lusy.

Berdasarkan data, produksi ubi kayu Sumut yang mencapai 811.517 ton ini diperoleh dari luas tanam 31.849 hektare dan panen 28.814 hektare. Sedangkan produksi ubi jalar sebanyak 109.883 ton dari luas tanam 10.351 hektare dan panen 9.009 hektare. Sementara data untuk Aram III 2011, produksi ubi jalar mencapai 1.057.517 ton dari luas tanam 36.839 hektare dan produktivitas 287,06 hektare/kwintal.

Untuk ubi jalar, produksi mencapai 167.680 ton dari luas tanam 13.269 hektare dan produktivitas 123,03 hektare per kwintal.  “Kita optimis target produksi akan tercapai untuk tahun 2011 ini,”pungkasnya. (n cw 08)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *