IMPOR PISANG CAVANDISH DARI FILIPINA DIKENAI BMAD

MedanBisnis –Jakarta. Pemerintah mengenakan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap impor pisang “cavandish” dari Filipina melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 175/PMK.011/2011.
Salinan PMK Nomor 175/PMK.011/2011 yang diterima di Jakarta, Jumat (9/12), menyebutkan, berdasarkan hasil penyelidikan Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) terdapat bukti ada barang dumping berupa pisang cavendish yang diimpor dari Filipina yang menyebabkan kerugian (injury) terhadap industri dalam negeri.

Selain itu terdapat hubungan sebab akibat (causal link) antara barang dumping yang diimpor dari Filipina dengan kerugian yang dialami oleh industri dalam negeri.

Berdasarkan ketentuan Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Anti-Dumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan, terhadap barang impor, selain dikenakan bea masuk dapat juga dikenakan bea masuk antidumping jika harga ekspor dari barang yang diimpor lebih rendah dari nilai normal-nya dan menyebabkan kerugian.

Terhadap barang impor berupa pisang cavendish yang termasuk dalam pos tarif ex. 0803.00.90.00 yang berasal dari Filipina dikenakan bea masuk antidumping sebesar 35%.

Pengenaan BMAD itu merupakan tambahan bea masuk yang dipungut berdasarkan skema tarif bea masuk preferensi untuk eksportir danl atau produsen pada perusahaan yang berasal dari negara-negara yang memiliki ketjasama perdagangan dengan Indonesia.

Dalam hal skema tarif bea masuk preferensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak terpenuhi, bea masuk antidumping sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 merupakan tambahan bea masuk yang dipungut berdasarkan Bea Masuk Umum Most Favoured Nation (MFN).

Tarif BMAD tersebut berlaku sepenuhnya terhadap barang impor yang dokumen pemberitahuan pabean impornya telah mendapat nomor pendaftaran dari Kantor Pabean tempat pelabuhan pemasukan sejak tanggal berlakunya PMK tersebut. PMK tersebut berlaku selama lima tahun terhitung sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini pada 17 November 2011
Pisang cavendish merupakan komoditas buah tropis. Di Indonesia, pisang ini lebih dikenal dengan sebutan pisang ambon putih. (ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *