DANAU SIOMBAK AKAN DIKEMBANGKAN JADI KAWASAN EKOWISATA

OBJEK wisata Danau Siombak yang berlokasi tidak jauh dari pusat kota, sekitar 24 km atau dengan jarak tempuh 45 menit dari Medan dinilai berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata.
Hal itu terungkap dalam Program Fam Trip yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Medan, di Tangkahan dan Danau Siombak (9-10/11).

Konsultan ekowisata di Sumut, Burhanuddin menyebutkan, seiring adanya isu pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, maka ke depan sebaiknya parawisata diarahkan ke ekowisata dengan memberi perhatian yang besar terhadap kelestarian lingkungan serta keaslian budaya. “Ekowisata sendiri sudah dicanangkan sebelumnya oleh World Tourism Organization (WTO),” ujar Burhanuddin.

Untuk menjadikan Danau Siombak sebagai ekowisata, selain mewujudkan parawisata berwawasan lingkungan, juga harus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan. Sehingga dapat memberi manfaat ekonomi pada masyarakat setempat.

“Setidaknya bisa diambil contoh kawasan ekowisata seperti Tangkahan, di mana pengelolaan wisata di sana dilakukan sendiri oleh masyarakat dengan melalui Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT),” jelas Burhanuddin.

Selain itu, penyelenggaraan kegiatan wisata, harus didasarkan kepada tanggung jawab terhadap pelestarian ekologis, kelestarian alam, kelestarian warisan budaya, dan pemeliharaan lingkungan binaan yang memiliki unsur sejarah, unsur pendidikan dan unsur ketradisionalan.

Danau Siombak, untuk dijadikan kawasan ekowisata harus dilakukan perencanaan di mana pengelolaannya harus dilakukan secara partisipatif, ada kelompok masyarakat, yang melibatkan LSM dan Universitas, pemerintah juga pihak swasta (stakeholder) pariwisata mulai hotel hingga pramuwisata dan travel.

“Lokasi danau siombak harus mempertahankan keunikan, melibatkan masyarakat dalam perencanaan, mendorong masyarakat sebagai pemilik, membangun lembaga lokal hingga mendorong lahirnya regulasi tentang pengelolaan kawasan,” sebut Burhanuddin.

Lurah Paya Pasir, SB Nasution mengatakan lokasi Danau Siombak ke depan memang dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang lebih menarik. Apalagi, situs wisata ini memiliki sejarah tersendiri.

Di mana pada abad 19, lokasi Danau Siombak pernah hilang diterjang air (tsunami), padahal di kawasan ini dulunya sangat terkenal dengan situs kota china. Untuk itulah SB Nasution meyakini kalau Danau yang memiliki luas 38 hektar ini dapat menjadi lokasi wisata yang menarik jika dikembangkan dengan menambah prasarana seperti waterboom maupun seperti themepark.

Sekretaris Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (PUSSIS Unimed), Erond L Damanik mengatakan, objek wisata Danau Siombak tidak terlepas dari wisata arkeologi situs kota cina. Danau siombak bisa disebut sebagai mutiara tersembunyi di pantai utara Medan.

“Pengembangan ekowisata harus dapat meningkatkan kualitas hubungan antar manusia, meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat dan menjaga kualitas lingkungan,” ujarnya.

Untuk mengembangkan ekowisata ini, katanya, selain mengembangkan sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya. Kawasan tersebut juga harus mengembangkan masyarakat serta pendidikan, begitu juga ekowisata ini tidak dapat dipisahkan dengan konservasi.

“Oleh karenanya ekowisata disebut sebagai bentuk perjalanan wisata yang bertanggung jawab. Apalagi, Danau Siombak ini dulunya merupakan kawasan perairan yang terhubung dengan sungai-sungai yang bermuara ke selat Malaka. Dan dulunya sungai-sungai itu ditumbuhi tanaman khas daerah perairan seperti mangrove dan nipah yang banyak menyimpan binatang air, burung dan binatang liar lainnya. Sungai-sungai itu menjadi jalur transportasi yang menghubungkan pemukiman penduduk yang mengelompok di antara pulau-pulau yang terdapat di pesisir pantai,” paparnya.

Tentunya, jika potensi arkeologi ini bisa digali dan direkonstruksi kembali, maka akan dapat menjadi satu objek destinasi yang menarik di Medan.

Kabid Promosi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Medan, Riswan mengatakan, fam trip yang diikuti 40 orang terdiri dari berbagai unsur ini mulai dari jurnalis, travel hingga LSM digelar untuk mencari konsep pengembangan danau siombak yang berpotensi menjadi ekowisata.

“Kami berharap melalui pertemuan ini akan timbul pengembangan terhadap ekonomi kreatif masyarakat yang tentunya untuk pengembangan Danau siombak,” kata Riswan.

Saat ini Disbudpar Medan memang tengah mengembangkan agar Danau Siombak bisa menjadi kawasan ekowisata. Bahkan, untuk tahun 2012 sudah ada beberapa agenda event untuk digelar di Danau Siombak yang telah diusulkan.

Yakni mulai dari Lomba sampan Internasional, lomba layang-layang internasional. Jelajah sepeda mengitari danau siombak. “Kita telah mengusulkan beberapa agenda event nasional dan internasional yang akan digelar di Danau Siombak. Kita berharap kawasan ini ke depan dapat menjadi kawasan ekowisata,” harap Riswan. (mc)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Penting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *