RAZIA ECEK-ECEK GALIAN C LIAR DI PANCURBATU DAN KUTALIMBARU

IMANUEL SITEPU. PANCURBATU. Terkait aksi demo mahasiswa “Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan” (KMPL) saat wakil Bupati Deliserdang Zainuddi Mars menyerahkan kunci bedah rumah di Desa Suka Raya (Kec. Pancurbatu) Rabu (30/11) berdampak panjang. Tim Satpol PP Deliserdang bersama Muspika Kecamatan Pancurbatu dan Kutalimbaru serta Polsek Kutalimbaru melakukan razia terhadap sejumlah lokasi galian C di dua kecamatan itu Jumat (2/12) siang.

Sayangnya, Razia yang digelar sejak Pkl. 10.00 yang dipimpin langsung Camat Kutalimbaru Syafii Sihombing SIP didampingi Kapolsek Kutalimbaru AKP Robinson Surbakti, Dan Ramil 02/Kutalimbaru Kapt Arh Ibrahim serta Wakil Karo-karo mewakili Camat Pancurbatu, tidak membuahkan hasil.

Tim Satpol PP yang turun cukup banyak dan dibantu Polsek Kutalimbaru, Dengan menggunakan mobil dinas Satpol PP Deliserdang serta 3 unit mobil patroli, tim langsung menuju lokasi galian C illegal di puluhan titik beberapa desa Kecamatan Kutalimbaru; Desa Lau Bakeri, Sawit Rejo dan Namurube Julu..

Camat Kutalimbaru Syafii Sihombing mengatakan, pihaknya telah menutup operasional galian C tanpa izin di 3 desa karena meresahkan masyarakat. Dalam razia itu, petugas langsung terjun ke lokasi. Namun, tidak ada menyita barang bukti karena tidak ada alat berat yang sedang beroperasi.

Muspika Pancurbatu juga menggelar razia di 5 titik di Desa Gunung Tinggi. Diantaranya, 2 titik usaha galian C di Dusun Lau Mbergeh, Desa Gunung Tinggi dan 3 titik lainnya di Dusun I desa yang sama. Pihak Muspika bersama aparat kepolisian dan TNI  juga tidak menemukan lokasi galian C yang sedang beroperasi. Tidak ada barang bukti seperti kenderaan dan alat berat yang ditahan. Sedangkan galian C tersebut tetap ditutup operasionalnya karena tidak memiliki izin.

Pantauan wartawan Sora Sirulo di lapangan, maraknya usaha galian C tanpa izin  di 2 kecamatan telah meresahkan masyarakat karena banyak jalan dan fasilitas umum lainnya seperti jembatan mengalami kerusakan. Selain merusak jalan, kondisi kesehatan masyarakat tergangu khususnya pada musim kemarau karena banyaknya debu yang berterbangan dari jalanan yang dilalui truk galin C ketika melintasi pemukiman.

R.Ginting, warga Desa Namorube mengatakan, ia mendukung razia galian C ileggal  di Kecamatan Kutalimbaru. Namun. kata Ginting, razia terkesan ecek-ecek saja. Sehari sebelum razia, oknum-oknum tertentu datang memberitahukan akan dilaksanakannya razia. Jadi, para pengusaha langsung menutup usahanya dan mengeluarkan semua alat berat Beko dari lokasi galian.

Ginting menambahkan, mana mungkin bisa tim bisa menemukan barang bukti alat berat dari lokasi kalau sudah dikabarin akan ada razia.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *