3 HARI HILANG, PEMANCING DITEMUKAN MEMBUSUK DI SUNGAI BELUMAI

IMANUEL SITEPU. STM HILIR. Setelah menghilang selama tiga hari, Akui alias Erwin (48) warga Dusun III Lau Gambir Desa Negara Beringin (Kecamatan STM Hilir, Deliserdang) ditemukan warga jadi mayat di Sungai Belumai Rabu (8/12) dalam kondisi mengenaskan.

Sebelumnya, selain ratusan warga Desa Negara Beringin dan Polisi, pencarian Akui juga sempat menggunakan Jasa beberapa Paranormal, Namun hasilnya nihil.

Informasi diperoleh Sora Sirulo di lapangan,  sebelum Akui ditemukan jadi mayat, Minggu (4/12) kemarin sekira Pkl. 14.00, Akui dan kedua rekannya bernama Sutrisno dan Sumisno (keduanya juga warga Dusun III Lau Gambir Desa Negara Beringin) berangkat ke Sungai Belumai dengan membawa joran pancing dan jala ikan. Kegiatan memancingpun dilakukannya sampai Pkl. 18,30. Saat hari mulai gelap, Sutrisno mengajak Akui Pulang ke rumah, namun dia menolak dengan alasan akan menjala ikan terlebih dahulu.

Aksi menjala ikan dilaksanakan hingga Pkl. 20,00. Sutrisno kembali mengajak Akui pulang sambil mengatakan bahwa air sungai muliai naik. Akui masih menolak sambil mengatakan “sebentar lagi.” Karena Akui berkeras, Sutrisno dan Sumisno menunggu sambil duduk di atas batu. Tak lama kemudian, air sungaipun semakin naik hingga batu yang mereka duduki sudah basah. Melihat ini, Sutrisno dan Misno lari keluar dari air sambil memanggil Akui yang masih menjala ikan di tengah Sungai. Mendengar teriakan kedua rekannya, Akui pun segera bergegas keluar mengikuti kedua rekannya itu.

Namun, diduga jala yang terikat di tangannya tersangkut di dalam air, sehingga korban kesulitan menyelamatkan diri. Sementara arus Sungai Belumai semakin deras sehingga korban hanyut terbawa arus. Melihat rekannya hanyut, Sutrisno hendak menolongnya, namun Sutrisno terpeleset dan nyaris ikut terbawa arus Sungai Belumai yang semakin deras. Akhirnya Akui hilang dalam gulungan arus sungai yang semakin tinggi. Namun, senter yang sebelumnya dibawa korban masih terlihat berputar-putar di atas air sungai.

Setelah menunggu sejam, akhirnya Sutrisno dan Sumisno meninggalkan lokasi. Setiba di rumah, mereka menyampaikan hal tersebut kepada Warsih (35), istri korban. Warsih berkata: “Ya, udah, paling nanti pun pulang.” Keesokan harinya korban tak kunjung pulang ke rumah. Tersiar kabar, Akui telah hanyut terbawa arus Sungai Belumai. Pencarian pun dilakukan oleh warga dan Polsek Talun Kenas selama 3 hari.

Pada hari ke tiga, Akui yang sudah jadi mayat ditemukan terapung nyangkut di jaring ikan yang dipasang Atim dan Keleng Barus. Setelah menemukan jasad Akui/Erwin yang sudah dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Keleng Barus pun meneruskan temuan tersebut kepada warga. Tidak lama setelah menerima informasi dari warga, Polsek Talun Kenas  yang dipimpin Kanit Reskrim Aiptu A. Gultom segera tiba di lokasi. Dibantu warga, Polisi pun mengevakuasi korban dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Pringadi Medan untuk dilakukan visum.

Melihat dari kondisi di sekujur tubuh korban yang ditemukan banyak luka-luka, sejumlah warga menduga, sebelum hanyut korban diduga terlebih dahulu dianiyaya. Namun Kapolsek Talun Kenas AKP Julianus Tarigan saat di konfirmasi wartawan mengatakan, hasil pemeriksaan sementara korban hanyut karena kecelakaan saat menjala ikan di Sungai Belumai.

“Sementara ini, belum ada tanda-tanda terjadi penganiayaan  terhadap korban. Hasil sementara, korban tewas di Sungai Belumai akibat  kecelakaan saat menjala ikan.” Ungkap AKP Julianus Tarigan.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *