MANTAN AKTIVIS’66 THOMAS SITEPU KECEWA – SEMINAR NASIONAL GAGAL DI UNIVERSITAS QUALITY KABANJAHE

MANTAN aktivis’66 Tho­mas Sitepu kecewa, seminar nasional tentang pertanian, pariwisata, pendidikan dan pertahanan keamanan negara yang sudah dijadwalkan Ka­mis (8/12) di Universitas Quality Kabanjahe gagal digelar.

Pasalnya,  pihak Bupati Ka­ro DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti tidak mendukung dan tidak menerima  kegiatan itu serta menilai ke­giatan tersebut sarat muatan politisnya karena tokoh na­sio­nal yang hadir berasal dari kalangan politisi Partai Golkar bukan dari kalangan politisi Demokrat. Gagalnya seminar itu, termasuk pihak panitia belum mendapatkan persetujuan kegiatan tersebut di gelar di Universitas Quality.

Kegiatan seminar itu rencananya akan menghadirkan se­jumlah tokoh tingkat nasio­nal seperti Cosmas Batubara, Akbar Tanjung, Mantan Pang­lima TNI Jenderal (Purn) En­driartono Sutarto dan sejumlah kalangan akademis seperti  Prof M Daud dari Universitas Syiah Kuala dan  Prof Kelin Tarigan dari USU batal  dilaksanakan.

Kata Thomas Sitepu “Saya sangat miris, kecewa dan se­salkan atas jawaban dari Bu­pati Karo seperti hal itu bu­kannya didukung kegiatan itu untuk menambah ilmu dan pengetahunan bagi masyara­kat Karo termasuk mahasiswa  untuk mengatasi berbagai permasalahan yang kompleks seperti bidang pertanian, pa­ri­wisata, pendidikan dan sektor lainnya di Bumi Turang ini,” ungkapnya kepada war­ta­wan di Kabanjahe, Kamis (8/12).

Tambah Thomas yang juga mantan anggota DPRD Jawa Barat ini, sesuai agenda yang dijadwalkan dalam seminar itu, jauh-jauh hari dipersiapkan dan hal ini hanya lanjutan seminar yang telah dilakukan di Bandung. “Jadi dalam seminar ini sama sekali tidak ada muatan politik. Saya hanya mau menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan kalangan akademisi itu semata-mata sebagai anak perantau untuk memperbaiki kampung halaman Tanah Karo ini,” tegas Sitepu.

Di samping itu, ia juga sangat menyayangkan pihak Universitas Quality Kabanjahe  yang tidak mau menerima kegiatan itu, padahal ini ada­lah menambah ilmu dan pe­ngetahuan dari kalangan ma­hasiswa di kampus itu apalagi hadir sejumlah tokoh tingkat nasional. Pihak rektorat dan Dekan Hukum Universitas Quality tidak mau menerima dan menyediakan tempat dan sarana untuk digelar seminar itu. “Bukan tidak bisa kita gelar di hotel berbintang di Berastagi, tapi justru kita menjaga dan menghargai idealisme dan militansi kampus, menjaga independensi kalangan intelektualitas kampus, maka kita berharap dilaksanakan di Universitas Quality yang sebelumnya Universitas Karo,” jelasnya.

Sitepu juga menyinggung soal keabsahan ijazah Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi dan pernah dilaporkan salah satu pasangan calon Bu­pati Karo ke Mahkamah Kons­titusi (MK) di Jakarta. Dan selama ini juga telah ditangani aparat penegak hukum pada waktu pencalonannya  sebagai Bupati Karo. Pertanyaanya se­ka­rang, apabila ijazah orang nomor satu di Karo tidak ber­masalah segera diterbitkan SP3 sehingga tidak membingung­kan bagi masyarakat banyak.  Sebaliknya, bila benar ijazah beliau palsu segera proses sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga kasus seperti itu tidak mencederai demokrasi dan dunia pendidikan.

Menyikapi hal itu, Sitepu dan Sekretaris lokal, Roy Ba­lanta Sembiring SH menyampaikan permintaan maaf  atas kegiatan itu tidak dapat dilaksanakan.

Disinggung langkah selanjutnya, “Apabila tidak terlaksana kami akan mengalihkan kegiatan itu  Kabupaten Sima­lu­ngun, ataupun tetap melaksanakan di Kabupaten Karo de­ngan menggandeng partai politik seperti Gerindra,” ung­kapnya.

Menyikapi hal itu Ketua Partai Gerindra Kabupaten Karo, Kolonel (Purn) Drs Abed Ne­go Sembiring menyatakan pihaknya siap membantu  ke­giatan seminar itu apalagi un­tuk memperbaiki permasalahan yang ada di Karo ini.

Sementara Ketua Yayasan Bukit Barisan Simalem, Luk­man Tiandy SE yang dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (8/12) mengatakan jangan dikait-kaitkan Universitas Quality dengan Bupati Karo. Soal tempat di Universitas Quality, kami sangat welcome, apalagi tujuannya membangun Kabupaten Karo. “Tapi soal tempat mau dilaksanakan di kampus kan ada mekanismenya,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihak­nya mendukung dan mengapresiasi Bupati Karo, dalam memajukan Kabupaten Karo. Kami dari kampus siap mendukung dan bermitra. “Darah dan tulang sumsum saya se­pe­nuhnya saya curahkan untuk kemajuan pendidikan di Tanah Karo Simalem,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Karo Terkelin Brahmana SH ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (8/12) me­ngaku sangat terkejut ada­nya mau dilaksanakan seminar nasional itu. “Saya baru ta­hu informasi ini dari warta­wan. Dan hal ini sebenarnya kegiatan yang positif,” ungkapnya.
sumber:http:// medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *