KAPOLRESTA BERI REWARD RP10 RIBU PER TILANG

MEDAN (Waspada): Kapolresta Medan Kombes Tagam Sinaga memberikan reward (hadiah) sebesar Rp10  ribu per tilang kepada anggota Sat Lantas yang memberikan tindakan langsung (tilang) terhadap  pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas.

“Pemberian reward ini sebagai motivasi kepada anggota agar menjalankan tugas sesuai prosedur  yang berlaku dan bersikap tegas,” jelas Tagam di dampingi Kasat Lantas Kompol I Made Ary  Pradana, Selasa (6/12).

Reward tersebut diberikan langsung setelah anggota melaksanakan tugas di lapangan. “Berapa  jumlah surat tilang yang dikeluarkan anggota, maka sejumlah itu reward yang diberikan. Kalau  10 tilang, berarti anggota mendapat Rp100 ribu,” jelasnya.

Dengan adanya reward ini, lanjut Tagam, diharapkan anggota menjadi lebih semangat. Daripada  bermain tilang di lapangan lebih baik melakukan penindakan. Karena uangnya halal dan tidak  merasa waswas.

Sebaliknya, jika ada anggota Sat Lantas yang menerima uang dari pelanggar peraturan lalu  lintas,  maka Polresta Medan siap menindak tegas. “Anggota dilarang meminta uang dari  pengendara kendaraan bermotor yang melanggar peraturan lalulintas. Laporkan kepada petugas  Provost yang ikut melakukan pengamanan saat razia,” tegasnya.

Dibatasi
Sementara itu, Kasat Lantas Kompol I Made Ary Pradana mengatakan, pihaknya kembali membatasi  jumlah pemohon  SIM yang ingin mendaftar. “Sebelumnya sudah dibatasi 400 pemohon SIM per  hari. Sekarang kembali diturunkan menjadi 300 pemohon,” jelasnya.

Pembatasan jumlah pemohon SIM ini karena peralatan yang ada di Sat Lantas tidak mampu  menampung hingga 400 orang. “Peralatan di Sat Lantas masih terbatas. Jadi, jumlah pemohon SIM  harus dibatasi menjadi 300 orang per hari,” jelas Made.

Menurut Made, tingginya minat masyarakat mengajukan permohonan SIM setelah Sat Lantas  menggelar razia gabungan terhadap pengendara kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran  lalulintas di wilayah hukum Polresta Medan.

Made mengimbau pemohon SIM agar mengikuti prosedur dan jangan percaya kepada calo. Dalam hal  ini, Sat Lantas berupaya memberantas praktik percaloan dalam pengurusan SIM. Sat Lantas  Polresta Medan menerapkan sistem stempel kepada setiap pemohon SIM. “Dengan demikian, pemohon  SIM harus mengurus langsung dan tidak bisa diwakili. Kalau tidak ada stempel, pemohon SIM  tidak akan dilayani.

Selain itu, Sat Lantas Polresta Medan membangun ruang simulasi ujian teori yang wajib diikuti  setiap pemohon SIM sebelum melaksanakan ujian teori. “Di ruang simulasi ini, pemohon SIM  akan mempelajari materi ujian lalulintas. Sebab, selama ini banyak yang mengeluh sulitnya  ujian teori lalulintas,” jelasnya. (m39)
sumber: http://waspadamedan.com

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan, Informasi Penting, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *