SAMAD BIDIK NUNUN

MedanBisnis – Jakarta, Buronan kasus suap pemilihan deputi gubernur senior BI, Nunun Nurbaetie akan ketir-ketir. Ketua KPK terpilih Abraham Samad bertekad akan menangkap istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu.
“Semua yang lari kita tangkap termasuk Nunun,” ujar Abraham dalam, Sabtu (3/12).
Menurut Abraham, buron BLBI juga akan dia tangkap. Termasuk buronan Djoko Tjandra. “Tidak ada urusan (untuk menangkap) semua,” kata doktor hukum lulusan Universitas Hasanuddin ini.

Abraham menambahkan, tidak adil jika hanya menangkap buronan tertentu. “Akan tidak adil jika yang lain tidak ditangkap,” ucap Abraham.

Selain menangkap Nunun Nurbaetie, Abraham Samad juga siap membersihkan korupsi di semua lembaga. Termasuk korupsi di lingkungan Istana dan DPR.

“Jangankan Istana dan DPR, saudara kandung saya saja jika korupsi saya gantung!” kata Abraham.

Abraham akan membuktikan ucapannya itu dengan tindakan. Semua korupsi baik itu Istana dan DPR, ataupun lembaga lain akan disikatnya. “Saya nggak ada target. Semua akan menjadi target,” tuturnya.

Jika hasil kerjanya tidak memuaskan dalam 1 tahun, Abraham mengaku siap mundur. Mulai saat ini dirinya siap bekerja.”Saya akan yakinkan masyarakat dengan tindakan,” demikian Abraham.

Abraham menang dalam pemilihan Ketua KPK pada Jumat (2/12) kemarin. Pria berumur 44 tahun itu mengalahkan Adnan Pandu Praja dan Bambang Widjojanto.

Abraham menang melalui voting anggota Komisi III DPR, Jumat (2/12) kemarin. Abraham menang dengan suara 43.

Tunggu Janji
Sementara itu, peneliti hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun dihubungi terpisah mengatakan, KPK yang baru diharapkan bisa menjawab semua pertanyaan masyarakat yang menginginkan pemberantasan korupsi tuntas.

“Kita berharap peremajaan di tubuh KPK bisa memberikan semangat baru apapun masalahnya,” kata Tama.

Menurutnya, pimpinan KPK diminta untuk segera memberikan format apa yang kira-kira akan digunakan untuk memberantas korupsi. “Kita tunggu kasus-kasus apa yang akan diprioritaskan. Kita tunggu pula gebrakan mereka,” ujarnya.

Tama juga mengingatkan janji Ketua KPK yang baru, Abraham Samad, yang berjanji akan mengundurkan diri jika selama setahun KPK tidak memiliki perkembangan. “Masyarakat boleh tagih janji Ketua KPK baru itu,” imbuh Tama.

Mengenai susunan pimpinan KPK, Tama menilai DPR sudah cukup mengakomodir semua aspirasi. Sejauh ini menurutnya pemilihan dari DPR tidak mengecewakan.

“Pemilihan yang paling moderat. DPR mengakomodir keinginan pansel, masyarakat maupun keinginan politik,” kata Tama.

Meski begitu ia menyesalkan tes makalah yang sebelumnya dilakukan Komisi III DPR terhadap delapan capim KPK tidak didalami saat uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Tama menilai hasil voting pimpinan KPK masih menyangkutpautkan keinginan partai untuk mengamankan sesuatu hal.

“Jadi kita tidak sepenuhnya angkat topi bagi DPR mengingat DPR memang lembaga politik sehingga sudah pasti di dalamnya ada lobi-lobi tertentu atau kesepakatan antar partai,” terangnya.

ICW sendiri sebelumnya telah melakukan pencarian rekam jejak semua capim KPK. Hasil pencarian ICW pun tak jauh berbeda dengan ranking yang dimiliki pansel KPK. Oleh karena berbeda hasil, Tama berharap DPR menjelaskan kepada publik apa alasan akhirnya Abraham Samad, Bambang Wigjojanto, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain yang terpilih. (dc)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *