POLA TANAM

Dalam mengembangkan tanaman ubi jepang ini, Peraturan Guru Singa menjelaskan yang pertama diperhatikan mengolah lahan yakni terlebih dengan dicangkul agar menjadi gembur. Dibuat gundukan setinggi 50 cm dan lebar 60 cm, dengan parit selebar 30 cm. Tambahkan pupuk kandang untuk menyuburkan tanah.
Untuk  pemilihan bibit yang terbaik berupa stek pucuk sepanjang 20-25 cm, jangan yang berakar. Jika stek pucuk tidak cukup, stek batang tengah dapat digunakan sebagai bibit. Stek sebaiknya tidak berakar, diambilkan dari tanaman induk yang berumur lebih dari 2 bulan. Kebutuhan bibit per hektare kurang lebih 4.000 batang.

Bibit ditanam di tanah gundukan yang sudah disiapkan dengan jarak antartanaman 20cm-25cm. Untuk melindungi tanaman ubi jepang dari panas matahari dibutuhkan jerami yang ditaruh di atas gundukan yang sudah ditanami. “Dalam pemeliharaan tanaman ini perlu dilakukan pemangkasan sebagian daun agar tanaman tidak membentuk perakaran pada tiap buku yang menyentuh tanah. Pemangkasan dilakukan sebulan sekali yang dimulai pada tanaman berumur 2 bulan. Agar bibit dapat tumbuh dengan baik, maka 2 bulan pertama sebaiknya lahan bersih dari gulma. Pemupukan disesuaikan dengan kebutuhan. Pada musim kemarau dibutuhkan penyiraman 1 minggu sekali,” jelasnya.

Pemanenan bisa dilakukan setelah umur tanaman 4 bulan. Pada saat panen raya ketika harga anjlok, maka ubi jepang dapat disimpan hingga 5-6 bulan. Ubi jepang yang telah disimpan rasanya lebih manis dibandingkan dengan yang baru dipanen.

Hampir setiap jenis tanah pertanian cocok untuk membudidayakan ubi jalar. Jenis tanah yang paling baik adalah pasir berlempung, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi serta drainasenya baik. Penanaman ubi jalar pada tanah kering dan pecah-pecah sering menyebabkan ubi jalar mudah terserang hama penggerek (Cylas sp.). Sebaliknya, bila ditanam pada tanah yang mudah becek atau berdrainase yang jelek, dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman ubi jalar kerdil, ubi mudah busuk, kadar serat tinggi, dan bentuk ubi benjol.

Ubi jalar cocok ditanam di lahan tegalan atau sawah bekas tanaman padi, terutama pada musim kemarau. Pada waktu muda tanaman membutuhkan tanah yang cukup lembab. Oleh karena itu, untuk penanaman di musim kemarau harus tersedia air yang memadai.

Untuk serangan hama dan penyakit pada tanaman ubi jalar ini, diungkapkannya, penggerek batang ubi jalar stadium hama yang merusak tanaman ubi jalar adalah larva (ulat). Cirinya adalah membuat lubang kecil memanjang (korek) pada batang hingga ke bagian ubi. Di dalam lubang tersebut dapat ditemukan larva (ulat). Gejala  terjadi pembengkakan batang, beberapa bagian batang mudah patah, daun-daun menjadi layu, dan akhirnya cabang-cabang tanaman akan mati.

Kemudian ada juga hama Boleng atau Lanas. Serangga dewasa hama ini berupa kumbang kecil yang bagian sayap dan moncongnya berwarna biru, namun toraknya berwarna merah. Kumbang betina dewasa hidup pada permukaan daun sambil meletakkan telur di tempat yang terlindung (ternaungi). Telur menetas menjadi larva (ulat), selanjutnya ulat akan membuat gerekan (lubang kecil) pada batang atau ubi yang terdapat di permukaan tanah terbuka. “Biasanya gejala terdapat lubang-lubang kecil bekas gerekan yang tertutup oleh kotoran berwarna hijau dan berbau menyengat. Hama ini biasanya menyerang tanaman ubi jalar yang sudah berubi. Bila hama terbawa oleh ubi ke gudang penyimpanan, sering merusak ubi hingga menurunkan kuantitas dan kualitas produksi secara nyata,” ungkapnya.

Untuk penyakit, ada juga kudis atau cendawan adanya  benjolan pada tangkai sereta urat daun, dan daun-daun berkerut seperti kerupuk. Tingkat serangan yang berat menyebabkan daun tidak produktif dalam melakukan fotosintesis sehingga hasil ubi menurun bahkan tidak menghasilkan sama sekali.

“Tapi semua serangan hama dan penyakit ini dapat diatasi dengan penggunaan pupuk dan pestisida yang baik serta perawatan yang baik sehingga produksi juga berkualitas dan berlimpah,” pungkasnya. (yuni naibaho/edy sofyan)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *