PETANI BAHOROK TELITI KUALITAS DAN PERKEMBANGAN GUBALAN GAHARU SECARA BERKALA

Bahorok, (Analisa). Secercah harapan tampak terpancar dari raut wajah H Mahmudin Sani, petani budidaya Gaharu di Kecamatan Bahorok saat segumpal gubalan gaharu diserahkan kepadanya sore itu. Dengan penuh rasa haru dan bercampur dengan kegembiraan, setelah mengamati dengan seksama, gubalan gaharu warna kecoklatan yang dihasilkan dari sebatang pohon gaharu hasil budidayanya itu, berkualitas cukup baik.
Keberhasilan Sani mengembangkan budidaya gaharu, yang mulai digelutinya sejak 2005 lalu itu, hingga mulai menunjukan hasil saat ini, dilaluinya dengan kerja keras dan penuh ketekunan. Untuk mendapat pengetahuan tentang tata cara pembudidayaan gaharu yang baik, Sani mempelajarinya dari berbagai referensi serta mengikuti sejumlah pendidikan dan seminar yang berkaitan tentang budidaya gaharu.

Kerja kerasnya saat ini membuahkan hasil.Hal itu terbukti setelah dilakukanya pemanenan beberapa pohon sebagi sampel untuk mengetahui kualitas gaharu yang dihasilkan dari budidayanya itu.

Saat ini, ribuan pohon gaharu yang telah dibudidayakannya bersama petani lainya dalam kelompok Kemagahan Gaharu Bahorok dalam waktu dekat siap untuk menghasilkan gaharu berkualitas. Saat ditemui di kediamanya, Seni (5/12) di Bahorork, Mahmudin Sani mengutarakan, dari dua sampel pohon gaharu yang telah cukup umur untuk diproduksi dan masih dalam proses bioinduksi, telah didapat perkembangan gubalan gaharu hasil bioinduksi yang cukup berkualitas.”

“Sampel yang diambil ini merupakan pohon gaharu yang cukup umur untuk diproduksi, tetapi masih dalam proses pengembangan gubalan gaharu dalam pohon hasil rekayasa bioinduksi gaharu dan didapat hasil yang berkualitas,” terangnya.

Lebih mengetahui perkembangan gaharu di dalam pohon setelah dilakukan bioinduksi dengan cara menyuntikanya, Sani secara bertahap terus melakukan penebangan beberapa pohon sebagai sampel.

“Sampel yang kita ambil untuk mengetahui perkembangan resin atau gubalan gaharu yang terus berproses di dalam pohon, terangnya.

Potensi Ekonomi

Pengembangan budidaya gaharu yang dilakukanya bersama sejumlah petani itu bukan tanpa alasan. Tingginya potensi ekonomis yang dihasilkan gaharu yang diyakininya dapat meningkatkan tarap kehidupan masyarakat di masa mendatang, mendorongnya untuk mensosialisasikan pembudidayaan gaharu tersebut di Kecamatan Bahorok dan di Langkat. Selain itu juga, produk gaharu yang selama ini dihasilkan berasal dari hutan alam akan membahayakan kelestarian pohon penghasil gaharu.

Akibat ekploitasi yang berlebihan dilakukan masyarakat, dua spesis gaharu yakni, Aquilaria dan Gyrinops telah masuk dalam daftar pohon langka di dunia. Akibat dari langkanya dua spesies pohon penghasil gaharu itu,lanjut Sani, ekspor gaharu Indonesia dibatasi kuotanya.

Salah satu cara yang dilakukan agar kedua tanaman penghasil gaharu itu tidak punah, cara yang terbaik dilakukan melestarikanya kembali dengan membudidayakanya di hutan rakyat.

Namun, untuk menghasilkan kualitas gaharu dari hasil budidaya setara dengan kualitas gaharu yang dihasilkan pohon gaharu secara alami tidaklah mudah, memerlukan transfer teknologi tinggi berupa bioinduksi yakni, teknik mempercepat produksi gaharu pada pohon penghasil gaharu secara biologi yang telah diterapkan beberapa negara luar. Berdasarkan hasil amatannya dari beberapa negara Asia Tenggara, penghasil gaharu berasal dari pembudidayaan seperti Malaysia, Thailand, Kamboja dan vietnam, gaharu yang mereka produksi sangat berkualitas dan setara dengan gaharu yang berasal dari proses alam. Kebutuhan akan transfer teknologi gaharu itu, merupakan tuntutan yang harus dipenuhi para petani budidaya gaharu agar gaharu yang dihasilkan berkualitas dan diterima tidak hanya di pasar lokal juga internasionla, terangnya.

Masih rendahnya minat masyarakat Langkat membudidayakan gaharu saat ini, diakuinya disebabkan belum tersosialisasinya secara luas pada masayarakat manpaat yang dapat diperoleh secara ekonomis. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya tingkat keraguan masyarakat untuk membudidayakanya, yakni pasar penjualan produksi gaharu paska panen. Padahal, lanjut Sani, market penjualan gaharu saat ini sangat terbuka luas tidak hanya ditingkat lokal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan diluar negeri terbukti dengan tingginya permintaan ekspor gaharu dari negara luar, terang motivator budidaya gaharu yang pernah menjabat anggota legislatif di Langkat beberapa tahun lalu.

Meskipun perkembangan budidaya gaharu di masyarakat belum begitu pesat, namun Sani bersama kelompok penggiat budidaya gaharu di Langkat tetap berkeyakinan, Gaharu akan menjadi salah satu produk unggulan yang di hasilkan dan akan membawa perubahan mendasar bagi peningkatan ekonomi masyarakat Langkat. Asumsi itu bukan tidak beralasan, hal itu dapat dibuktikan dengan besarnya potensi daerah Langkat terutama dibidang perkebunan dan pertanian masyarakat.(als)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *