MEMASUKI DESEMBER, PARIWISATA AJIBATA BERBENAH DIRI

Setiap memasuki bulan Desem­ber pengunjung wisata ke Ajibata, Tobasa bakal meningkat meskipun pengunjung didominasi wisatawan lokal.
Bahkan para perantau dari Pulau Jawa  dan daerah luar lainnya di In­do­nesia yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru, ikut meramaikan Ajibata.

Meski demikian, daerah wisata baru di pinggiran Danau Toba  yang letaknya berdampingan dengan Kota Wisata Parapat itu perlu  berbenah diri. Selain terlihat  semraut, warga di sana masih sembarangan menjemur pakaian di depan rumah yang menghadap jalan raya.

Ironisnya, sepanjang jalan menuju daerah wisata pantai Ajibata, tercium bau aroma tak sedap dari tempat penjemuran ikan jenis pora- pora.

Sebelumnya Lurah Parsoran Aji­bata  Drs Tigor Sirait  kepada war­ta­wan mengungkapkan, sejumlah bangunan rumah yang berdiri di se­kitar lokasi wisata Ajibata masih di­ang­gap liar. Sebab tak satupun memiliki izin  resmi dari pemerintah.

“Kita sudah sering melakukan pendekatan, agar warga tetap menjaga kebersihan demi kemajuan pariwisata Ajibata. Namun kurang mendapat respon. Bahkan warga  membuang kotoran melalui sungai yang pada akhirnya bermuara ke pinggir pantai juga. Pada hal ini demi kemajuan bersama,” kesal Tigor Sirait.

Tigor juga mengatakan perma­salahan tersebut sudah disampaikan kepada intansi terkait supaya pariwisata Ajibata lebih  maju lagai agar dikunjungi wisatawan yang datang dari luar daerah.
sumber:http:// medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *