MELIRIK POTENSI UBI JALAR JEPANG

Membudidayakan tanaman ubi jalar madu jepang masih menjadi pilihan beberapa petani di Sumatera Utara (Sumut) seperti di Tanah Karo, Simalungun dan Kabupaten Dairi. Dengan harga jual yang stabil membuat petani mendapatkan laba lebih dibandingkan dengan menanam tanaman hortikultura lainnya.
Seperti yang dikatakan Peraturan Guru Singa, petani ubi jalar madu jepang di Desa Dokan, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, dengan menanam ubi jepang di atas lahan satu hektare, bisa mendapatkan uang sebanyak Rp 40.500.000. Nominal itu  diperoleh dengan asumsi produksi ubi jalar madu sebanyak 27 ton dan harga jual Rp 1.500 per kg.


“Di lahan seluas satu hektare ini, bisa ditanami sebanyak 40.000 stek atau batang.  Dengan masa pembibitan sampai panen 5 bulan dengan produksi masing-masing 1 kg perbatang,” ujarnya kepada MedanBisnis belum lama ini.

Sementara biaya produksi yang harus dikeluarkannya selama menanam ubi jalar tersebut mencapai Rp 7,5 juta, yang antara lain untuk membeli bibit sebanyak 2 juta bibit, pupuk tabur berkisar antara 20 hingga 25 sak serta biaya sewa lahan. “Setelah itu dikurangi, maka laba yang bisa kita peroleh sepanjang masa panen mencapai Rp  33 juta,” ucapnya.

Dengan nilai jual yang tinggi, Peraturan mengatakan, budidaya ubi jepang lebih menguntungkan dibandingkan tanaman lain seperti kentang. Apalagi untuk pemasaran, ubi jalar ini telah menembus pasar Jepang dan Korea. Bahkan permintaan dari kedua negara tersebut sangat banyak sementara petani belum bisa memenuhi semua permintaan pasar ekspor.

Harga jual petani ini, kata Peraturan, sudah merupakan harga kontrak dengan PT Bintang Anugerah sebagai pemasok bibit dan menghubungkan antara petani dengan perusahaan ke luar negeri. “Untuk biaya perawatan tanaman ubi ini cukup kecil, juga perawatannya mudah dan tidak menghabiskan waktu yang berhari-hari. Setelah tanam, dua bulan kembali ditambah pupuk tabur NPK dan dalam lima bulan ke depan sudah bisa dipanen dengan kualitas yang memuaskan,” sebutnya.

Bahkan dengan kondisi harga jual yang rendah sekalipun, petani tidak mengalami kerugian karena dengan bobot yang dimiliki ubi sampai 2 kg perbatang, petani tetap mendapatkan keuntungan.

Menanam ubi jepang tidak sulit. Biasanya lahan yang digunakan lahan sawah. Sebelum ditanam, tanah diolah terlebih dahulu dengan dicangkul. Selain itu diberi gundukan setinggi 50 centimeter dan lebar 60 centimeter, serta diberi parit selebar 30 centimeter. Untuk setiap hektare lahan dapat ditanam 40.000 batang bibit ubi jepang. Bibitnya diambil dari batang ubi yang sudah tua. Perawatan tanaman ubi jepang tidak sulit.

Untuk menghasilkan ubi ukuran besar, ada teknik tersendiri dalam penanamannya. Permintan paling banyak untuk ubi grade C atau ukuran sedang. Harganya berkisar Rp 3.500 hingga Rp 4.000 per kilogramnya.

Menjadi petani sukses bisa diwujudkan dengan menanam ubi jepang. Meski komoditas ini termasuk produk pertanian yang agak sensitif. Tapi, kalau mau mempelajari hasilnya cukup menguntungkan. Karena tidak semua jenis tanah bisa ditanami ubi jepang. Mengolahnya dengan baik ubi bisa tumbuh dengan cukup maksimal, termasuk kualitas benihnya harus bagus dan dirawat.

“Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara ubi jepang dengan ubi jenis lain yang biasa kita temui. Ubi jepang rasanya manis, tidak gampang hancur, lembut atau empuk ketika dikunyah dan mengandung vitamin A dan C. Bahkan, kekuatannya bisa sampai 6 bulan dengan kondisi yang sehat,” paparnya.

Ubi jepang, kata dia, memiliki banyak jenis dan warna, di antaranya warna ungu (Mura Zaki), kuning, dan putih. Pangsa pasar ubi jepang saat ini sedang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Itu terlihat dari banyaknya permintaan ubi jepang dari berbagai perusahaan besar di Indonesia dan negara lain. (yuni naibaho/edy sofyan)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo. Bookmark the permalink.

One Response to MELIRIK POTENSI UBI JALAR JEPANG

  1. Bukit S says:

    Dimana mencari bibit ubi ungu jepang di daerah Simalungun atasu sekitarnya dan berapa harganya…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>