JERUK MEDAN DITOLAK DI HONGKONG

MEDAN, KOMPAS.com- Kulaitas jeruk Medan belum mampu menembus pasar luar negeri lantaran serangan hama lalat buah dan penggunaan pupuk kimia. Hongkong dan Singapura tidak mau menerima jeruk yang berasal dari Kabupaten Karo itu.

Demikian dikatakan petani jeruk di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (6/12/2011). “Kami mencoba mengirim ke Hongkong dan Singapura. Mereka menolak lantaran masih menemukan lalat buah dia jeruk-jeruk kami,” kata Usaha Barus (55), pemilik kebun jeruk seluas 10 hektar di Kabupaten Karo.

Lalat buah mulai menyerang kebun jeruk warga Karo sejak tahun 2005. tetapi serangan tersebut semakin agresif dalam tiga tahun terakhir. “Kami akan membantu mengatasi hama lalat buah ini,” kata Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara M Roem.

Menurut dia, penanganan hama lalat buah harus dilakukan secara serentak dan komprehensif. Cara efektif adalah dengan membungkus atau mengubur jeruk busuk untuk menghambat perkembangbiakan lalat buah. Lalat buah menyuntikkan telurnya ke jeruk, sehingga jeruk membusuk. Kalau jeruk busuk itu tidak dikubur, lalat buah makin banyak.
sumber : http://regional.kompas.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *