INVESTASI SUBSEKTOR PETERNAKAN DIARAHKAN KE LUAR JAWA

MedanBisnis – Jakarta. Pemerintah mengarahkan kegiatan investasi pada subsektor peternakan ke wilayah di luar Pulau Jawa yang masih memiliki potensi lahan besar.
“Mulai banyak yang berminat investasi di peternakan. Potensi lahan yang bisa dimanfaatkan praktis ada di luar Jawa karena di Jawa lahan pertanian produktif saja sudah banyak berkurang. Karena itu akan kami dorong ke luar Jawa,” kata Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Senin (5/12).

Dikatakan, sampai saat ini konsentrasi sebagian besar usaha peternakan dan populasi ternak masih terpusat di Pulau Jawa. Padahal, daerah-daerah di luar Pulau Jawa seperti Papua Barat dan Nusa Tenggara sebenarnya punya potensi lahan yang cukup besar untuk pengembangan usaha peternakan. “Di Papua Barat saya lihat potensi lahan untuk padang penggembalaan luar biasa besar, ini bisa dijadikan sebagai area investasi dalam skala besar,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa selama ini penanam modal dari sejumlah negara seperti Australia, Brazil dan Korea Selatan sudah menyatakan minat untuk berinvestasi di subsektor peternakan di Indonesia. Namun, hingga kini belum ada pemodal yang merealisasikan investasi mereka karena berbagai kendala.

“Masalahnya ada di pemerintah daerah, antara lain terkait dengan perizinan. Kendala di lapangan yang lain juga masih ada, termasuk diantaranya soal lahan,” kata Suswono.

Pencapaian Target
Mentan mengatakan, pemerintah memerlukan dukungan investasi dari para penanam modal untuk meningkatkan produksi ternak dan mencapai swasembada daging pada 2014.

Menurut Suswono, untuk mencapai target tersebut pemerintah antara lain berusaha meningkatkan populasi ternak dengan memperluas areal untuk kegiatan usaha peternakan ke wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa karena menurut hasil pendataan populasi ternak dan usaha peternakan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Menurut hasil Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau (PSPK) Tahun 2011, di Indonesia terdapat 15,4 juta sapi perah dan sapi potong. Rata-rata pertumbuhan populasi sapi selama 2003-2011, menurut Suswono, sekitar 5,3% per tahun. Sementara populasi kerbau, lanjut dia, pertumbuhannya rata-rata menurun 0,58% sehingga pada 2011 hanya terdapat 1,4 juta kerbau.

Sebanyak 50,68% atau 7,5 juta dari seluruh populasi sapi potong terdapat di Pulau Jawa dan sisanya ada di Sumatera (2,7 juta sapi), Bali dan Nusa Tenggara (2,1 juta sapi) serta Sulawesi (1,8 juta sapi). “Dengan kondisi yang demikian, peta jalan swasembada daging perlu disempurnakan agar dapat diperhitungkan rencana tahunannya, termasuk kebijakan pendukung yang diperlukan,” kata Suswono. (ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *