BAHAN PANGAN MASA DEPAN

Popularitas ubi jalar memang masih kalah dibanding singkong. Tetapi lebih baik daripada keladi, talas, ganyong dan garut. Selama ini ubi jalar hanya ditanam untuk dikonsumsi segar. Variasi olahannya pun masih sangat terbatas, misalnya direbus/kukus, dioven dan digoreng. Salah satu penyebab kurang populernya ubi jalar adalah karena sulitnya untuk dikeringkan menjadi gaplek atau diambil patinya.


Ubi jalar memiliki peranan yang besar dalam pembangunan pertanian sehingga prospeknya sangat cerah apabila dikelola dan dikembangkan dengan pola agribisnis. Di negara-negara yang sudah maju ubi jalar dipergunakan sebagai bahan baku dalam kegiatan aneka industri seperti industri fermentasi, industri tekstil, industri lem, industri kosmetika, industri farmasi, industri makanan dan pembuatan sirup. Ubi jalar banyak diminta oleh negara-negara tetangga, namun hingga saat ini belum dapat dipenuhi dikarenakan produktivitas yang masih rendah. Sementara itu kebutuhan ubi jalar sebagai bahan baku industri seperti disebutkan di atas sudah tidak dapat ditawar lagi ketersediaannya untuk kelancaran proses produksi. Negara pengimpor ubi jalar Indonesia adalah Singapura, Belanda, Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia.

Ubi jalar permintaan dalam negri pun tidak kalah besarnya dan semakin meningkat. Di dalam negri ubi jalar sudah sangat dikenal oleh masyarakat bahkan di beberapa tempat ubi jalar masih dipergunakan sebagai makanan pokok. Dalam kapasitas sebagai bahan pangan, ubi jalar nerupakan sumber energi yang cukup besar dibandingkan dengan padi dan jagung.

Selain itu ubi jalar juga bisa disimpan sampai 5 bulan tanpa menurunkan mutu daging umbinya. Umbi yang telah disimpan malahan akan bertambah manis karena pati yang ada dalam daging umbi tersebut telah terfermentasi menjadi gula. Penyimpanan umbi yang paling aman adalah dengan cara dihamparkan di atas abu dalam ruangan yang gelap total. Gunanya untuk menghindari tumbuhnya tunas.

Budidaya ubi jalar relatif murah. Peraturan Guru Singa menjelaskan, sama halnya dengan budidaya singkong. Menanan ubi jalar di lahan budidaya, bukan membuka lahan baru. Rendahnya biaya bididaya ubi jalar dan juga singkong, antara lain disebabkan oleh faktor benih yang tidak usah membeli. Selain itu masyarakat juga belum memiliki akses ke pasar ubi jalar komersial.

Benih ubi jalar memang tidak pernah dibeli oleh para petani. Sebab benih tersebut hanya berupa stek batang yang belum menumbuhkan akar. Paling ideal adalah stek pucuk. Tetapi karena keterbatasan stek pucuk, maka para petani menggunakan pula stek tengah untuk bahan benih.

Varietas-varietas ubi jalar baru, rata-rata berumur genjah, yakni sudah bisa dipanen 3 bulan setelah tanam. Varietas lama bisa mencapai umur panen antara 5 sampai dengan 7 bulan. Namun umur panen ubi jalar ini juga sangat tergantung dari lokasi penanaman. Ubi jepang yang ditanam di dataran rendah harus sudah dipanen pada umur 3 bulan. Kalau terlambat panen, umbi akan terserang ulat pengerek (bongkeng). Tetapi di dataran menengah, umbi masih bisa dipertahankan sampai dengan umur 5 bulan baru dipanen.

Ubi jalar sebenarnya bukan hanya potensial untuk menghasilkan umbi, sebagai sumber karbohidrat bahan pangan. Tanaman ini juga sangat cocok untuk membasmi gulma, terutama alang-alang. Potensi ubi jalar sebagai pembasmi alang-alang dan  gulma lain, masih belum banyak dimanfaatkan oleh para investor perkebunan. Kalau disimpan dengan baik, ubi jalar segar bisa tahan sampai 5 bulan. Kalau dibuat gaplek bisa disimpan sampai 1 tahun. Gaplek ubi jalar ini bisa untuk dikonsumsi sendiri, dijual atau untuk pakan ternak.

Ubi jalar memiliki berbagai manfaat, sebagai bahan pangan ubi jalar bisa dimasak dengan cara digoreng atau direbus. Di Jepang ubi jalar bahkan dijadikan sebagai makanan tradisional yang setaraf dengan pizza atau hamburger. Aneka olahan makanan berbahan baku ubi jalar banyak dijumpai di toko-toko sampai restoran-restoran bertaraf internasional. Di Amerika Serikat ubi jalar dijadikan sebagai bahan pengganti kentang.

Ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai macam produk antara seperti dibuat tepung, permen, keripik, chips, snack, dan gula fruktosa. Ubi jalar dapat pula dipergunakan sebagai bahan baku makanan olahan seperti mie dan roti. Ubi jalar juga dapat dikemas dalam bentuk pasta yang dipergunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman.  ( yuni naibaho/edy Sofyan)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

3 Responses to BAHAN PANGAN MASA DEPAN

  1. Pingback: online marijuana delivery nationwide

  2. Pingback: Glo Extracts

  3. Pingback: best place to buy psilocybe cubensis spores

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *