JAGUNG INDIA TERUS MASUK SUMUT

MedanBisnis – Belawan. Desember 2011, aktivitas impor jagung Sumatera Utara (Sumut) melalui Pelabuhan Belawan diperkirakan terus meningkat seperti sebelumnya. Buktinya, awal Desember saja Sumut telah memasok 5.400 ton jagung asal India melalui Pelabuhan Belawan.
Asisten Manajer Hukum dan Humas Pelindo I Cabang Belawan M Azmi Jauhari kepada MedanBisnis, Jumat (2/12), mengatakan, pada awal Desember ini jagung asal India telah membanjiri Sumut, sama seperti bulan sebelumnya.

Ini terlihat, kata juru bicara pengelola pelabuhan terkemuka di luar Pulau Jawa itu, pada Kamis (1/12) kemarin atau tepat di awal Desember Sumut telah memasok 5.400 ton jagung asal India melalui Pelabuhan Belawan.

Sesuai laporan pihak pelayaran kapal, dalam hal ini PT Karana Line, kata Azmi, kapal pengangkut jagung impor dari negeri Bollywood itu adalah kapal MV Evangeli berbendera Mongolia dan bersandar di dermaga 111 Pelabuhan Belawan malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.

Jagung diimpor oleh PT Feedmill Indonesia KIM II Saentis Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang. Sementara pengirimnya Suraj Impex PVT Limited India.

Kapal tiba dan lego jangkar di perairan Lampu I Belawan menunggu giliran sandar di Pelabuhan Belawan pada Senin (28/11). Recananya, ujar Azmi, kapal akan bertolak meninggalkan Pelabuhan Belawan pada Minggu (4/12) dengan tujuan Tanjung Priok Jakarta.

Nopember lalu, ujar Azmi, Sumut juga memasok 20.551 ton jagung dari India melalui Pelabuhan Belawan dalam tiga tahap.

Sebelumnya, petani jagung di Sumut meminta pemerintah menghentikan sementara masuknya jagung impor ke daerah ini mengingat masa panen raya akan berlangsung Januari-April 2012 mendatang. Apalagi impor tersebut dapat berakibat fatal terhadap harga jual jagung lokal.

Ketua Himpunan Petani Jagung Impor (Hipajagi) Sumut, Jemaat Sebayang mengatakan, saat ini saja setelah lewat masa panen raya harga jagung sudah turun dari Rp 2.800 menjadi Rp 2.000 per kg. “Ini diakibatkan jagung impor yang banyak digunakan pengusaha pakan ternak” katanya.

Kendati petani sudah menyampaikan keluhan dan harapannya kepada pemerintah, namun harapan itu sepertinya diabaikan. Buktinya hingga menjelang akhir tahun 2011, Sumut terus memasok jagung dari India. ( wismar simanjuntak)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *