2012, SUMUT TARGETKAN 600.000 HA LAHAN PANGAN TERAPKAN SL-PTT

MedanBisnis –Medan. Dinas Pertanian (Distan) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan 500.000 hingga 600.000 hektare lahan pertanian di Sumut akan menerapkan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang diharapkan akan mendukung percepatan peningkatan produktivitas tanaman pangan di Sumut.
“Tahun ini, hamparan lahan pangan yang telah diterapkan SL-PTT seluas 300.000 hektare melalui dana APBN dan APBD propinsi,” kata Kabid Tanaman Pangan Distan Sumut, John Albertson saat ditemui di kantornya di Jalan AH Nasution, Medan, Jumat (2/12).

Disebutkannya, total APBD propinsi yang gunakan pada program tersebut pada tahun ini senilai Rp1,5 miliar. Sedangkan untuk mencapai target yang telah ditetapkan untuk 2012, saat ini pihaknya telah meminta kepada pemerintah untuk mengalokasikan dana APBD senilai Rp4 miliar.

Dijelaskannya, SL-PTT merupakan sekolah yang seluruh proses belajar mengajarnya dilakukan di lapangan. Dalam program ini, seolah-olah petani yang menjadi muridnya dan pemandu lapangan menjadi gurunya. Namun, dalam SL-PTT tidak dibedakan antara guru dan murid, karena aspek kekeluargaan lebih diutamakan sehingga antara guru dan murid bisa berbagi pengetahuan lewat pengalaman.

“Tujuan utama SL-PTT adalah mempercepat alih teknologi melalui pelatihan dari peneliti atau narasumber lainnya dengan perantara pemandu lapangan seperti penyuluh pertanian dan lainnya,” jelasnya.

Petani peserta SL-PTT diberi kebebasan memformulasikan ide, rencana dan keputusan bagi usahataninya sendiri. Mereka dilatih agar mampu membentuk dan menggerakkan kelompok tani dalam alih teknologi kepada petani lain. Memalui SL-PTT ini juga, petani peserta diharapkan terpanggil dan bertanggung jwab untuk bersama-sama meningkatkan produktivitas pangan untuk mendukung swasembada.

Selain diajarkan teknologi, melalui SL-PTT juga petani diajarkan dalam penggunaan benih unggul, metode pemberantasan hama yang efektif dan efisien, diberi bantuan pupuk, dan didampingi secara teratur oleh penyuluh pertanian atau petugas dilapangan.

Dia mengakui, penerapan metode SL-PTT sangat berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas hasil produksi pangan di Sumut, hal ini terbukti dengan produksi tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai dan komoditas pangan lainnya yang menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.

“Sekarang, kami hanya berharap dukungan dari pemerintah dalam hal alokasi dana tersebut, sehingga target yang kami tetapkan tersebut dapat tercapai. Hal ini juga untuk membuktikan keberpihakan pemerintah kepada petani,” ungkapnya.

Selain menggunakan APBD propinsi, SL-PTT juga menggunakan anggaran APBN yang langsung disalurkan melalui dinas pertanian di tingkat kabupaten/kota. Sejauh ini alokasi dana APBN lebih tinggi dari APBD. “Dengan adanya alokasi dari APBD propinsi, kami berharap program ini dapat berjalan dengan maksimal sehingga Sumut bisa menjadi daerah penghasil pangan yang bisa diperhitungkan dalam hal dukungan swasembada,” ungkapnya. (daniel pekuwali)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *