2012, IMPOR DAGING DITARGETKAN 25%

MedanBisnis – Kuta. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan impor daging sapi potong ke Indonesia pada 2012, maksimal 25% dari jumlah kebutuhan secara nasional.
“Kami menargetkan menurunkan kuota impor tahun depan sebesar lima persen dari jumlah saat ini sebesar 30%,” kata Menteri Pertanian Suswono seusai menghadiri acara Rapat Konsolidasi Teknis Nasional (Rakorteknas) di Kuta, Bali, Selasa (29/11).

Dia menjelaskan, konsumsi daging sapi saat ini di Tanah Air sebanyak 2,7 juta ton per tahun, yang jumlahnya melebihi ketersediaan. Ketersediaan daging di negeri ini, tambah Suswono, hanya mampu memenuhi kebutuhan sebesar 2,5 juta ton setiap tahunnya. Oleh karena itu guna menutupi kekurangan daging sapi potong di tanah air, lanjut dia, pemerintah terpaksa impor sebesar 30% lagi.

Menurut Suswono, tingkat konsumsi daging sapi di Indonesia hanya sekitar 1,9 kilogram per kapita setiap tahunnya. Jumlah tersebut sangatlah jauh dibandingkan dengan negara lain yang sudah maju di kawasan Asia.

Negara-negara maju, lanjut dia, sampai saat ini tingkat konsumsinya sangat tinggi yakni sudah mencapai puluhan kilogram per kapita. “Selain menurunkan kuota impor pada 2012 nanti, kami juga menargetkan untuk membatasi masuknya daging sapi dari luar negeri pada 2014 nanti maksimal 10 persen dari konsumsi,” ujarnya.

Suswono mengatakan, guna memenuhi ketersediaan akan produk peternakan tersebut, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mengetahui secara pasti jumlah populasi sapi yang ada di seluruh wilayah Tanah Air.

Dia menjelaskan, dengan mengetahui jumlah populasi sapi di setiap provinsi yang ada maka dapat memperkirakan ketersediaannya. “Sehingga apabila terjadi kekurangan dapat dilakukan peningkatan produktifitas hewan ternak tersebut guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri,” katanya. (“Kami menargetkan menurunkan kuota impor tahun depan sebesar lima persen dari jumlah saat ini sebesar 30%,” kata Menteri Pertanian Suswono seusai menghadiri acara Rapat Konsolidasi Teknis Nasional (Rakorteknas) di Kuta, Bali, Selasa (29/11).

Dia menjelaskan, konsumsi daging sapi saat ini di Tanah Air sebanyak 2,7 juta ton per tahun, yang jumlahnya melebihi ketersediaan. Ketersediaan daging di negeri ini, tambah Suswono, hanya mampu memenuhi kebutuhan sebesar 2,5 juta ton setiap tahunnya. Oleh karena itu guna menutupi kekurangan daging sapi potong di tanah air, lanjut dia, pemerintah terpaksa impor sebesar 30% lagi.
Menurut Suswono, tingkat konsumsi daging sapi di Indonesia hanya sekitar 1,9 kilogram per kapita setiap tahunnya. Jumlah tersebut sangatlah jauh dibandingkan dengan negara lain yang sudah maju di kawasan Asia.
Negara-negara maju, lanjut dia, sampai saat ini tingkat konsumsinya sangat tinggi yakni sudah mencapai puluhan kilogram per kapita. “Selain menurunkan kuota impor pada 2012 nanti, kami juga menargetkan untuk membatasi masuknya daging sapi dari luar negeri pada 2014 nanti maksimal 10 persen dari konsumsi,” ujarnya.
Suswono mengatakan, guna memenuhi ketersediaan akan produk peternakan tersebut, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mengetahui secara pasti jumlah populasi sapi yang ada di seluruh wilayah Tanah Air.
Dia menjelaskan, dengan mengetahui jumlah populasi sapi di setiap provinsi yang ada maka dapat memperkirakan ketersediaannya. “Sehingga apabila terjadi kekurangan dapat dilakukan peningkatan produktifitas hewan ternak tersebut guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri,” katanya.
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *