PENDAPATAN RPH DEKATI TARGET

PEMATANGSIANTAR – Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pematangsiantar optimistis target retribusi yang dibebankan tahun ini dapat direalisasikan.

Tahun ini,target retribusi yang dibebankan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan sebesar Rp301.115.000 atau naik hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.Pun begitu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pematangsiantar Robert Pangaribuan yakin target itu bisa dicapai. Keyakinan Robert ini didasarkan tingginya pencapaian pendapatan dari Rumah Potong Hewan (RPH).

Hingga Oktober, kata dia,penerimaan retribusi dari RPH sudah mencapai Rp252 juta atau sebesar 84% dari target. Dengan dua bulan waktu tersisa dimana memasuki hari besar Natal dan Tahun Baru, sisa target yang dibebankan dipastikan bisa terlampaui.

“Kami optimistis realisasi target PAD dari retribusi pemotongan hewan yang dibebankan kepada kami akan tercapai mengingat waktu yang tersisa masih sekitar dua bulan lagi. Apalagi,saat ini menjelang akhir tahun dan perayaan Natal, biasanya pemotongan hewan mengalami peningkatan secara signifikan,” papar Robert disela sela pencanangan gerakan penanaman satu miliar pohon, akhir pekan kemarin.

Dia menjelaskan, tarif untuk sekali pemotongan mengacu para Peraturan Daerah (Perda) No 5/2011 tentang Retribusi Rumah Potong,yakni untuk lembu atau kerbau sebesar Rp50.000, kambing Rp10.000, babi Rp15.000 dan babi hutan Rp10.000. Dikatakan Robert, untuk menjamin kualitas hewan yang dipotong, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan sehingga daging yang dikonsumsi masyarakat tidak memberikan dampak negatif.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pihaknya belum menemukan adanya penyakit dari hewan yang akan dipotong. Selama ini, hewan yang dipotong di RPH Pematangsiantar umumnya untuk konsumsi pesta, dan dijual di pasar-pasar. Sementara itu, anggota DPRD Kota Pematangsiantar Kennedy Parapat meminta Dinas Pertanian dan Peternakan terus melakukan sosialisasi kepada para peternak dan pedagang agar melakukan pemotongan hewan di RPH.

Ini untuk menjamin kesehatan hewan untuk dikonsumsi. Namun, dia berharap pelayanan RPH ke depan semakin ditingkatkan sehingga kesadaran masyarakat untuk memotongkan hewannya di RPH sehingga memberikan kontribusi terhadap PAD.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *