PELAKU PENCURIAN TERNAK DI KABUPATEN KARO MASIH KRITIS

IMANUEL SITEPU. MEDAN. Otak pelaku pencurian ternak di Desa Mulia Rayat (Kecamatan Merek, Kabupaten Karo) Jumat [25/11] dini hari kemarin, masih kritis, akibat dihajar warga saat melakukan pencurian ternak kambing milik Kepala Desa Mulia Rayat bernama Abel Sembiring. Hingga kini kedua pelaku yang bernama Yanto (45) (berperan sebagai otak pelaku) dan Dadang (40) keduanya warga Marelan Medan belum juga sadarkan diri, dan masih terbujur di RSUP H. Adam Malik, Medan.

Informasi yang dihimpun Sora Sirulo di RSUP H Adam Malik menyebutkan, kedua pelaku masih terus menjalani perawatan, karena mengalai luka cukup parah. Seperti yang dialami Dadang, empat jari tangan kanannya putus dibacok warga saat tertangkap melakukan pencurian di Desa Mulia Rayat itu. Telinga kanannya juga putus di tebas warga. Dalam insiden itu, Dadang ditombak perutnya sebanyak dua kali.  Akibat luka yang dideritanya, Dadang terpaksa dilarikan ke rumah sakit Adam Malik untuk mendapatkan perawatan yang lebih memadai.

Hal itu juga tak jauh beda seperti yang dialami otak pelakunya Yatno. Dia mengalami nasib serupa. Tangan kirinya putus setelah ditebas warga dengan menggunakan senjata tajam. Kepala sebelah kiri tersangka terpaksa dijahit sebanyak 20 jahitan akibat terkena bacokan saat terjadinya peristiwa yang merenggut nyawa dua tersangka pelaku pencurian itu.

Di kamar tempat kedua pelaku dirawat, petugas Polsek Tigapanah 9 Kabudi bantu personil Polres Tanah Karo melakukan penjagaan. Namun, keduanya terlihat tidak diborgol karena kondisi keduanya masih belum sadar dan luka yang dideritanya juga cukup parah.

Petugas kepolisian yang melakukan penjagaan terhadap kedua pelaku saat diwawancarai, enggan berkomentar karena saat ditanya mereka mengaku tidak ada wewenang memberikan keterangan, dan saat melakukan penjagaan mereka mengaku berjaga secara bergantian.

Dari informasi yang berkembang, Dadang dikatakan sebagai orang yang mencarter mobil Wampu Mini yang dikemudikan Yusuf warga Jl. ABRI Desa Hulu Kecamatan Pancurbatu (Deliserdang) yang tewas dalam insiden itu dan tersangka Yatno sebagai otak pelakunya.

Saat Sora Sirulo ingin mengetahui secara pasti keperibadian kedua pelaku, tak ada yang mengaku sebagai keluarga kedua tersangka. Bahkan dalam kamar perawatan mereka tak ada yang melakukan penjagaan dari pihak keluarga.

Tim Medis RSUP H. Adam Malik Medan saat ditanya prihal luka yang dialami kedua tersangka mengatakan:”Kita tidak berhak memberikan keterangan karena yang mengetahui secara pasti luka yang mereka derita adalah Dokter yang melakukan perawatan,” ujar wanita berjilbab ini.

Humas RSUP H Adam Malik Medan Sairi M Saragih saat dikonfirmasi mengatakan: “Memang ada kita terima dua orang korban penganiayaan, namun kita tidak berhak memberikan keterangan karena mereka pelaku pencurian. Yang berhak memberi keterangan adalah petugas kepolisian yang menangani kasusnya,” ujar Sairi.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *