PTPN4 HARUS HENTIKAN KONVERSI TEH KE SAWIT

MedanBisnis – Medan. Sekretaris Fraksi PAN DPRD Propinsi Sumatera Utara (Sumut), Irwansyah Damanik mengingatkan PTPN4 segera menghentikan konversi teh ke sawit di Kebun Sidamanik, Kecamatan Marjanji, Kebupaten Simalungun. Pasalnya, rencana konversi tahap II itu telah memicu keresahan masyarakat di daerah itu.
Sejumlah masyarakat Sidamanik, berulangkali menyampaikan penolakannya terhadap rencana konversi lahan teh seluas 1.300 hektare itu kepada Irwansyah Damanik, baik saat reses maupun langsung disampaikan ke DPRD Sumut.

“Karenanya, demi kepentingan masyarakat, konversi itu harus segera dihentikan,” tegas Wakil Ketua Balegda DPRD Sumut ini kepada wartawan, Rabu (23/11).

Dikatakan, masyarakat menolak karena di sekitar kebun teh itu banyak persawahan penduduk, yang terancam mengalami kekeringan. Konversi itu juga mengakibatkan terjadinya banjir.

Konversi tahap I sudah memberikan bukti, terjadinya banjir setiap hujan turun, akibat konversi tersebut. “Konversi juga memicu keresahan masyarakat setempat, karena kebijakan itu kemudian disertai dengan terjadinya PHK ratusan karyawan pabrik. Hal ini sangat memprihatinkan dan potensial memicu kemarahan masyarakat di sana,” katanya.

Selain itu, kata Irwansyah, hasil diskusinya dengan Kepala Bappeda Kota Siantar Heroin Sinaga, dampak negatif pelaksanaan konversi itu juga telah dirasakan hingga ke Kota Siantar. PDAM Tirta Uli misalnya, sudah menerima dampaknya, debit airnya semakin surut.

Dikatakan, jika pihak PTPN4 memang bersikeras hendak melaksanakan konversi teh ke sawit, hendaknya dilakukan terlebih dahulu penanaman ribuan pohon, sebagai antisipasi terjadinya ancaman kekeringan dan banjir. “Jika tidak mau melakukan hal itu, konversi harus dibatalkan,” tegasnya.

Dia menambahkan, keberadaan Teh Hitam Sidamanik, sudah melegenda dan sangat dikenal citarasanya. Produksi teh hitam ini, dulu pernah mengharumkan nama Simalungun khususnya dan Sumut pada umumnya. “Tidak sepatutnya pabrik teh yang bernilai historis ini, ditutup begitu saja, hanya karena kepentingan ekspansi PTPN4, yang justru bisa berdampak pada timbulnya kerusakan ekosistem,” ujarnya.

Lebih jauh Irwansyah mengatakan, penolakan masyarakat Sidamanik terhadap rencana konversi tahap II yang digulirkan PTPN4 juga akan dibawanya menjadi pembahasan nasional pada pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Amanat Nasional (PAN) 10-11 Desember di Jakarta.

Rakernas itu akan dihadiri Meneg BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Kehutanan RI Zulkifi Hasan. “Saya akan menyampaikan langsung permasalahan prinsipil dan vital bagi masyarakat Simalungun ini, kepada kedua menteri yang berkompeten itu,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi B DPRD Sumut, Irwansyah Damanik juga telah menyampaikan permasalahan tersebut ke Meneg BUMN, yang diterima Kepala Biro Hukum Herman Hidayat dan Staf Ahli Menteri, Bagus.

Pada kesempatan itu, Herman Hidayat menyatakan, setuju dengan usulan Irwansyah, agar pelaksanaan konversi tersebut dihentikan, karena dapat berdampak pada kelestarian lingkungan alam di sekitar Simalungun. “Terbukti, Kota Siantar yang dulunya dikenal berhawa dingin, mulai terasa panas akibat konversi tahap I yang telah dilaksanakan PTPN4,” tambahnya.(n benny pasaribu)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *