PENDERITA AIDS CAPAI 2.543 PASIEN

Sejak tahun 2005 hingga 2011 (Januari – Juli) tercatat sebanyak 2.543 orang di Su­mut terjangkit Human Immunodeficiency Virus/Aqui­red Immunology Defiency Sindrom (HIV/AIDS) positif.
Data ini diperoleh dari RSUP H Adam Malik Medan yang disampaikan dr Azwan Hakmi Lubis SpA yang dipaparkan oleh Koordinator VCT Rahmad Nur Kurniawan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Su­matera Utara, Jumat (25/11).

Dijelaskan Koordinator VCT, jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) berda­sarkan faktor resiko di tahun 2011 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2009 dan 2010. “Tahun 2009, jumlah ODHA tercatat sebanyak 528, di 2010 mengalami peningkatan dengan jumlah 543, sedangkan data Januari – Juli 2011 masih di posisi 505,” ucap Azwan.

Sementara itu, berda­sarkan jenis kelamin, di ta­hun 2011 sebanyak 349 laki-laki terjangkit HIV/AIDS (+) dan perempuan sekitar 156 orang. Dari segi usia, ODHA didominasi di usia 15 – 50 tahun.
“Dari 2005 – 2011, jumlah ODHA yang meninggal mencapai 335 pasien, dengan rincian 90 orang di 2009, 110 orang (2010) dan 135 orang (2011),” katanya.

Untuk pasien ODHA yang berobat ke RSUP Adam Malik Medan, diberikan dengan jenis ARV. “Sebanyak 1.051 obat ARV yang telah disalurkan. Untuk stok ARV di RSUP Adam Malik dipastikan ada untuk melayani kebutuhan pasien,” cetus.

“Program yang dilakukan untuk mencegah banyaknya ODHA adalah melakukan ko­seling di klini VCT (voluntary Counseling and Test) yang bersifat rahasia, melakukan dukungan rawatan ODHA, me­lakukan sosialisasi pada kelompok beresiko serta melakukan sosialisasi pencegahan penularan HIV dan Aids dari ibu ke anak.

Karena sampai saat ini telah ditemukan 55 penderita balita ODHA,” pungkasnya ucapnya seraya berharap terjadi pe­nu­runan angka penderita.
Menanggapi keterangan yang diberikan oleh Kordi­nator VCT Rahmad Nur Kur­niawan, Kepala Dinas Kesa­hatan Sumatera Utara dr. Can­dra Syafei, SpOG mengungkapkan ODH memiliki hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan.

“Kita akan meningkatkan pelayanan kesehatan untuk penanganan pasien ODHA dan memberikan pelatihan-pelatihan kepada tim medis untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sehat,” ungkapnya.
sumber:http:// medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *