PEMERINTAH ACEH HARUS BENAHI OBYEK WISATA

MedanBisnis – Lhokseumawe. Menghadapi tahun baru dan liburan akhir tahun, biasanya masyarakat Aceh yang memiliki kocek tebal banyak yang melancong ke luar Aceh, mengunjungi tempat-tempat hiburan bersama keluarga. Padahal secara ekonomi sangat merugikan daerah, karena uang yang dibawa untuk berlibur akan tersedot ke daerah lain.
Untuk menjaga agar uang tetap beredar di Aceh, Pemerintah Aceh baik propinsi maupun kabupaten/kota harus membenahi obyek wisata agar masyarakat Aceh betah melancong di daerahnya sendiri.

“Bayangkan, penduduk Aceh saat ini mencapai sekitar empat juta jiwa, jika sekitar 5% saja melakukan perjalanan ke luar Aceh untuk liburan akhir tahun, dengan rata-rata membawa uang Rp 7 juta, maka uang yang mengalir ke daerah lain sudah mencapai ratusan miliar,” kata akademisi STAIN Malikussaleh, Zainuddin Yusuf SPd MPd, kepada MedanBisnis, Rabu (23/11) di Lhokseumawe.

Jika uang sebesar itu beredar di Aceh, tentunya yang diuntungkan adalah masyarakat. Karenanya, Zainuddin memberi solusi salah satunya pemerintah menggelar pasar rakyat dengan menampilkan berbagai kesenian khas Aceh.

“Gelar hiburan rakyat dan lokasi obyek wisata segera dibenahi, kalau kawasan pantai masih kotor maka pemerintah harus turun langsung bersama-sama masyarakat melakukan pembersihkan,” tegasnya.

Sementara, lanjutnya, daerah dingin Takengon harus mampu memberikan kenyamanan bagi pelancong. “Bukankah Takengon memiliki Danau Laut Tawar yang tidak kalah menariknya dibandingkan dengan Danau Toba di Sumatera Utara, ataupun kawasan Puncak yang memiliki keindahan luar biasa dibandingkan dengan Berastagi,” jelasnya.

Promosi Wisata
Di tempat lain, pengamat pariwisata, Badrun Basajan, juga memberi saran pentingnya percepatan pengembangan pariwisata Aceh. Dia mengatakan, perlu promosi secara intens melalui berbagai even internasional seperti yang pernah dilakukan Pemerintah Kota Sabang melalui Sabang Internasional Regata, dan harus diadakan secara berkelanjutan dengan meningkatkan promosi.
“Tidak ada alasan pariwisata Aceh tidak bisa maju, karena infrastruktur dasar yang dimiliki saat ini sudah cukup baik. Sektor perhubungan darat, misalnya ke arah pantai barat – selatan kini cukup bagus, bahkan sudah menyerupai jalan-jalan di negara maju. Begitu juga dengan perhubungan laut ke Sabang sudah cukup lancar,” paparnya kepada MedanBisnis di Banda Aceh.

Jadi, bila pariwisata Aceh tidak mencapai kemajuan dari tahun ke tahun, apalagi objek wisata tidak mampu dijual ke luar negeri, dia menyalahkan kurangnya promosi oleh pemerintah daerah.
Dia mencontohkan pengembangan pariwisata Sabang sampai saat ini belum mengalami kemajuan signifikan, kendati sejumlah jalan di kawasan wisata daerah itu sudah cukup memadai, begitu juga sektor transportasi penyeberangan Balohan (Sabang)-Ulee Lhee (Banda Aceh) dilayani dua kapal cepat dan satu kapal feri jenis Roro.

“Tapi kenyataannya, akibat kurang giat dilakukan promosi, akhirnya kunjungan para turis sampai kini belum ada perubahan, kondisinya masih seperti lima tahun lalu,” ujarnya.

Menurutnya, Sabang Internasional Regata yang dilaksanakan dua bulan lalu suatu langkah maju dan merupakan babak baru dimulainya even besar bertaraf nasional dan internasional untuk mempromosikan Sabang kepada dunia pascabencana tsunami.

Tetapi upaya Pemkot Sabang tersebut, menurutnya masih kurang mendapat dukungan pemerintah terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Aceh.

“Padahal kalau Sabang Internasional Regatta itu dapat dimanfaatkan dengan baik, dapat dijadikan kalender tahunan. Dan sebetulnya mempromisikan Sabang itu gampang, apalagi daerah itu telah ditetapkan sebagai kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas. Artinya, investor asing yang ingin menanamkan modalnya untuk pengembangan kepariwisataan dalam kawasan tersebut tidak perlu lagi mengurus izin ke Jakarta, karena sejumlah kewenangan pemerintah pusat sudah dilimpahkan kepada Dewan Kawasan Sabang,” paparnya. (sugito/anwar)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *