MEDAN ZONA MERAH PEREDARAN NARKOBA – PASIEN REHAB SIBOLANGIT KELEBIHAN KAPASITAS

Pasca ultimatum Kapolresta Medan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Tagam Sinaga yang akan mencopot Kanit Reskrim Polsek jajaran Polresta Medan, karena peredaran narkoba di kota Medan sudah lampu merah, ternyata bukan isapan jempol. Terbukti pasien rehabilitasi Sibolangit centre over kaspasitas.

Hal ini terbukti setiap bu­lan­n­ya panti rehabilitasi narkoba Sibolangit Center over kapa­si­tas dalam menangani mas­ya­ra­kat yang menjadi korban nar­ko­ba. Saat ini saja  panti re­ha­bi­litasi itu mempunyai daftar tunggu lebih dari 100 pa­sien.

Ketua Gerakan Anti Nar­ko­ba, dan pengurus Rehabilitasi Si­bo­langit Centre, Kamaluddin Ju­mat (25/11) mengatakan, pa­sien rehabibitasi di tempatnya cu­kup banyak. Bahkan saat ini su­dah ada yang masuk daftar tunggu.

“Saya memang membatasi jum­lah pasien penanggulangan korban narkoba di panti sekitar 50 pasien,” ujar Kama­lud­din.
Dia mengakui pernyataan Ka­polresta Medan Kombes Pol Ta­gam Sinaga tentang kebera­da­an kota Medan masuk dalam zo­na merah. Untuk itu dalam me­merangi peredaran narkoba, po­lisi harus membersihkan institusinya terlebih dahulu.

“Sebelum memerangi nar­ko­­ba, polisi juga harus mem­ber­sihkan institusinya terlebih da­hulu, sebab percuma saja me­merangi tapi intitusinya ti­dak bersih,” sebutnya
Menurutnya, dalam me­me­ra­ngi narkoba di institusi po­lisi, oknum polisi yang terlibat narkoba harus mengaku kepada komandannya bahwasannya men­jadi korban narkoba. Se­hingga polisi yang mengaku ter­sebut harus diberi rehabili­ta­si dan tidak dipecat.

“Kapolda dan Kapolresta Me­dan harus membariskan se­lu­­ruh anak uahnya supaya me­ngaku mereka telah menjadi kor­ban narkoba untuk selan­jut­nya akan direhab,” te­rang­nya.
Sedangkan kepada  mas­ya­ra­kat dan para orang tua harus ter­buka dan jangan sembunyi­kan keluarga mereka yang ter­kena narkoba.

“Jangan setelah anaknya men­jadi koraban, baru orang tua menyesal. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dengan po­li­si dalam memerangi peredaran nar­koba, karena memerangi nar­koba bukan hanya tugas po­lisi saja,” sebutnya.

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan, se­tiap harinya, anggotanya me­nangkap dua sampai lima pe­makai hingga Bandar narkoba. Hal ini tentunya untuk me­nen­kan angka peredaran narkona
“Kami akan terus berupaya un­tuk menekan tindak narkoba dengan memerintahkan Ka­nit Reskrim Jajaran Polsek Pol­res­ta Medan wajib menangkap nar­koba.

Saya juga pesankan ke­pada orang tua, untuk men­ja­ga anaknya dari narkoba, awa­si lingkungan anak, tempat ber­main, sekolah sehingga anak tidak menjadi korban nar­koba,” terangnya
Pasca ultimatum Ka­pol­res­ta Medan untuk memberantas nar­koba, Kanit Reskrim Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago m­engatakan, setiap minggunya di kawasan hukum Polsek Per­cut Sei Tuan, berhasil menang­kap para pemakai dan penggunanan narkoba.

“Setiap minggunya ada  tang­gapan terhadap kasus nar­koba, dan ini sesuai perintah Ka­polresta Medan,” terangnya.
Selanjutnyam Kanit Res­krim Polsek Medan Area AKP Jonser Banjarnahor, me­nang­kap satu orang Roni Suprajo (34 thn) warga Jalan  Pancasila Gang Sapta Medan.

Di mana dari tangannya ditemukan ba­rang bukti 162 Am/bungkusan ke­cil ganja dan 1 bungkusan plas­tik ganja sekira 1 ons.
“Peredaran narkoba saat ini me­re­sahkan, kami terus mela­ku­kan razia dan penangkapan da­lam memerangi peredaran nar­koba. Dan berharap agar masyarakat dapat membantu dalam memeranginya,” ter­ang­nya.
sumber:http:// medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *