GARUDA DIMINTA BERIKAN INSENTIF EKSPOR HORTIKULTURA

MedanBisnis – Jakarta. Kementerian Pertanian meminta PT Garuda Indonesia memberikan insentif bagi angkutan ekspor produk hortikultura nasional untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian Zaenal Bachruddin di Jakarta, Jumat (25/11), mengatakan, salah satu bentuk insentif tersebut misalnya pemberian potongan tarif kargo bagi produk hortikultura seperti buah dan sayuran yang dinilai terlalu tinggi.

“Kami sudah beraudiensi dengan Direksi Garuda Indonesia (GI) untuk menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan pelaku usaha sayuran dan buah. Dalam pertemuan itu, pemerintah mengusulkan GI memberikan diskon tarif kargo untuk ekspor sayuran dan buah,” katanya.

Menurut dia, Pihak GI menyambut baik usul kerja sama itu, termasuk memberikan diskon tarif kargo bagi ekspor hortikultura (sayuran dan buah). Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya telah mengimbau Asosiasi Eksportir Sayuran dan Buah Indonesia (AESBI) segera menindaklanjuti dengan memberikan proposal usulan mengenai diskon tarif kargo.

Sementara itu Direktur Pemasaran Internasional Ditjen PPHP Mesah Tarigan mengakui, mahalnya biaya transportasi, termasuk tarif kargo merupakan salah satu penyebab sayuran dan buah Indonesia kalah bersaing dengan negara lain.

Selain harga kargo yang terbilang jauh lebih tinggi, lanjutnya, ketika eksportir meminta tempat ke GI belum tentu mendapatkan. Kondisi tersebut, menurut dia, berbeda dengan Thailand yang mana ketika ada pengusaha akan mengekspor produk pertanian, tidak boleh ada perusahaan penerbangan yang mengatakan tidak ada tempat.

Di Australia, pemerintahnya melarang aparat keamanan menyetop kendaraan yang mengangkut produk segar. “Ini berbeda dengan Indonesia,” katanya dalam Temu Koordinasi Kehumasan 2011 yang diselenggarakan Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian di Bandung.

Terkait dengan itu, dia menyatakan, dari hasil pertemuan dengan pemerintah, pihak GI sudah setuju memberikan tempat dan diskon tarif kargo. Namun direksi GI meminta AESBI membuat konsep MoU (Nota Kesepahaman), selain itu eksportir dapat menjamin kontinuitas produk yang akan dikirim dengan kargo. (ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *