BHAYANGKARI SIBOLGA KEMBANGKAN MODEL PERTANIAN PERKOTAAN

MedanBisnis – Sibolga. Bhayangkari Cabang Sibolga mulai mempraktikkan model Pertanian Perkotaan. Selain hemat lahan, proses produksi model pertanian tersebut didukung inovasi teknologi maju dan ramah lingkungan, tapi komoditasnya bernilai ekonomi dan berdaya saing.
“Caranya sederhana saja, kita semaikan biji benih tanaman seperti tomat, cabai, terung dan tanaman  sayuran hijau lainnya ke dalam wadah semai dari daun pisang, daun sirsak atau daun terung yang sudah diisi tanah kompos. Sebelumnya, bibit tadi direndam dengan air hangat selama 24 jam, untuk mempercepat pertumbuhannya,” terang Ketua Bhayangkari Cabang Sibolga, Ny Anita Joas Feriko Panjaitan.

Ny Anita mempraktikkan cara menyemaikan model tanaman pertanian perkotaan tersebut kepada segenap anggota Bhayangkari serta jajaran personel Polres Sibolga Kota di rumah persemaian mini yang dibangun di belakang Mapolsek Sibolga Selatan, di Kelurahan Aek Parombunan, Kamis (24/11).

Menurut Ny Anita, pertumbuhan bibit selanjutnya dipantau secara berkala, dan setelah cukup umur, bibit kemudian ditanam ke wadah yang lebih besar seperti pot atau polibag, sehingga bisa memanfaatkan halaman atau pekarangan rumah.

“Kalau pekarangan rumah kita sempit, pot yang sudah kita tanami tadi bisa kita susun di atas rak kayu. Nah, hasilnya tentu sangat membantu kebutuhan bagi keluarga. Jadi secara ekonomi, bisa menghemat uang belanja juga. Kalau hasilnya lebih, ya bisa dijual ke pasar,” ujar Ny Anita.
Untuk tahap awal, Bhayangkari Cabang Sibolga menanam 400 bibit tanaman pangan. Sosialisasinya tersebut masih di kalangan ibu-ibu anggota Bhayangkari. Selanjutnya akan dilebarkan kepada kalangan masyarakat umum.

Selain di pekarangan rumah, model pertanian perkotaan juga dapat dilakukan di kebun komunitas/kelompok, atau di kebun atap dan kebun vertikal. “Ada beberapa model budidaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah, seperti digantung atau ditempel, susun bertingkat atau penanaman langsung,” terangnya.

Ny Anita mengaku, sebelumnya telah mengikuti Training of Trainner (TOT) Pertanian Perkotaan, pada, Selasa (22/11) di Aula Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut, Medan yang dibuka oleh Ketua Bhayangkari Sumut Nyonya Mutiara Wisjnu selaku penanggungjawab Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) Sumut.

“Model Pertanian Perkotaan ini adalah salah satu cara mengatasi masalah ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga berkerja sama dengan  Yayasan Unilever, BPTP Sumut dan beberapa sponsor lainnya. Seperti kita rasakan sekarang, peningkatan penduduk juga membawa dampak pada  keseimbangan lingkungan hidup,” ujarnya.

Peningkatan itu, sambung dia, juga diikuti dengan pertumbuhan pemukiman sehingga luas lahan produktif semakin minim. “Maka itu model pertanian perkotaan ini adalah solusinya,” pungkas Ny Anita.

Usai penyemaian bibit, Ketua Bhayangkari Ny Anita bersama Kapolres Sibolga Kota AKBP Joas Feriko Panjaitan SIK, para Kapolsek, perwira dan bintara melakukan penyulaman/penyisipan bibit pohon yang telah ditanam sebelumnya dalam Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) 2011. ( juniwan)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *