SUMUT INTENSIFKAN PROMOSI PARIWISATA DI LUAR NEGERI

Medan ( Berita ) :  Dinas Pariwisata Sumatera Utara akan  mengintensifkan promosi potensi pariwisata provinsi ini di luar negeri untuk meningkatkan kunjungan kalangan wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Naruddin Dalimunthe di Medan, Jumat [25/11] , mengatakan, mengatakan promosi merupakan salah satu faktor utama dalam upaya memancing minat wisatawan untuk datang ke Sumut.

Salah satu yang dilakukan dengan mengggencarkan promosi dengan menggandeng perwakilan Indonesia di luar negeri seperti kedutaan dan perusahaan asing yang memiliki cabang di Indonesia.

Promosi terutama diintensifkan di negara-negara yang selama ini memang menjadi pasar potensial pariwisata Indonesia seperti Jepang, China, Singapura, Malaysia, dan beberapa negara Eropa lainnya.

“Selama ini kita melakukan promosi kel luar negeri hanya melalui kegiatan-kegiatan, pengiriman brosur di keluar negeri. Tahun depan kita akan lebih intensif dengan menggandeng kantor-kantor kedutaan Indonesia yang ada di luar negeri,” katanya.

Sementara ketika ditanya mengenai target jumlah kedatangan wisatawan mancanegara pada 2012 ke Sumatera Utara, ia mengaku belum berani memasang target sebelum ada pembenahan-pembenahan terutama akses jalan menuju berbagai lokasi pariwisata.

Menurut dia, salah satu kendala untuk membuat wisatawan mancanegara dapat mengulangi kunjungannya ke Sumut adalah masih belum layaknya infrastruktur menuju objek wisata.

“Kalau semua fasilitas sudah baik, baru kita berani memasang target seperti halnya Bali, semua sarana dan prasarana di sana sudah cukup baik, sehingga wisatawan tidak putus datang kesana,” katanya.

Menurut dia, pariwisata tidak bisa dibangun satu pihak sana, namun harus kolektif dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

“Kita harus memperbaiki dulu destinasi pariwisata di Sumut, karena tidak mungkin hanya mengandalkan kondisi alama sementara akses kelokasinya tidak mendukung. Infrastruktur harus diperhatikan, baru kemudian potensi pariwisata,” katanya. (ant )
sumber: http://beritasore.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *