PRODUKSI JAHE PETANI MENURUN, IMPOR MELONJAK 39,07%

MedanBisnis – Medan. Produksi jahe petani di Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami penurunan. Selain alihfungsi lahan, penyediaan bibit komoditas obat-obatan tradisional yang minim, membuat petani enggan mengembangkannya.
Kasubdis Bina Program Dinas Pertanian Sumut, Lusyantini mengatakan, bibit unggul tanaman jahe ini memang belum tersedia sehingga banyak petani hanya menggunakan bibit dari tanaman sebelumnya. “Ini membuat produktivitas tanaman jahe menurun. Meski harga jual jahe saat ini lumayan tinggi,” ujarnya kepada MedanBisnis, Selasa (22/11).

Berdasarkan data, produksi jahe di Sumut pada triwulan II 2011 mencapai 2.351 ton dengan luas tanam 1.819 hektare. Sedangkan ditahun 2010 produksi sebanyak 5.692 ton dengan luas tanam 1.907 hektare. Untuk tahun 2009, produksi jahe sempat tinggi mencapai 8.555 ton dan luas tanam 2.875 hektare dari tahun sebelumnya dengan produksi 5.820 ton dan luas tanam 3.108 hektare.

“Memang mengalami penurunan luas tanam, tapi produktivitas kita terus tingkatkan dan saat ini sekitar 2,8 kwintal/hektare,” ucapnya.

Penurunan produksi ini, lanjutnya, juga terjadi pada akhir tahun 2009 hingga 2010 karena terjadi pembongkaran tanaman guna menghilangkan virus dari bibit lokal yang digunakan.

“Sebagian petani membongkar lahan dan menanami jagung. Ini untuk membersihkan lahan dari virus tanaman yang datang dari bonggol jahe telah busuk,” jelasnya.

Kalau untuk bibit jahe ini, memang belum tersedia yang bersertifikat dan petani masih menggunakan bibit lokal yang diperoleh dari tanaman sebelumnya. Kondisi ini membuat produktivitas tanaman terus mengalami penurunan.

Padahal, diakuinya, selain harga jual yang tinggi, komoditas jahe ini masih banyak peminatnya dari pasar luar dan merupakan peluang bagi petani mendapatkan keuntungan besar jika mengembangkannya dengan serius.

Hingga periode Januari-Juli 2011 nilai ekspor komoditas jahe mencapai US$ 251.192 dan volume 413 ton. Sedangkan ditahun 2010 nilai ekspor mencapai US$804.679 dengan volume 1.313 ton atau naik dibandingkan nilai ditahun sebelumnya US$590.206 dan volume 1.260 ton.
Impor Meningkat

Sementara untuk impor jahe yang masuk di Sumut periode Januari hingga September 2011 melonjak 39,07% dengan nilai US$ 3,633 miliar dan volume 50.788,50 ton dibandingkan periode yang sama ditahun lalu yakni US$ 2,612 miliar dan volume 44.638,37 ton.

Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS Sumut, Hafsyah Aprilia, menyatakan, kalau dilihat dari periode Januari-September 2011 nilai impor memang naik, tapi berdasarkan impor bulanan mengalami penurunan 8,14% dari US$ 442,6 juta dan volume 55.791,25 ton pada Agustus 2011 menjadi US$ 406,6 juta dengan volume 48.652,6 ton di September 2011.

“Untuk asal negara importir jahe ini yakni Japan, China, Singapora, Malaysia dan India. Dimana China merupakan negara terbesar mengekspor jahe nya ke Indonesia dan disusul India,” pungkasnya. (nyuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to PRODUKSI JAHE PETANI MENURUN, IMPOR MELONJAK 39,07%

  1. Pingback: legit dumps shop 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *