MINYAK NILAM ACEH DIMINATI DUNIA INTERNASIONAL

Banda Aceh, (Analisa). Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar menyatakan, usaha pengembangan komoditas nilam di provinsi itu, ke depan harus semakin diperkuat, mengingat permintaan dari dunia internasional yang terus meningkat belakangan ini.
Minyak nilam di Aceh saat ini masuk dalam kategori terbaik di dunia, sehingga ketertarikan importir dari luar terhadap komoditas tersebut sangat tinggi. Bahkan, hasil penelitian IPB Bogor menyebutkan, nilam Aceh memiliki kandungan minyak berkisar 2,5 hingga 3,3 persen. Secara umum kandungan zat minyak hanyak 2,5 persen, sehingga menunjukkan nilam di Aceh berada di atas kualitas dunia.

“Produksi ini semakin meningkat seiring tingginya permintaan minyak nilam dari dunia internasional. Karena itu momen ini harus dipergunakan oleh petani nilam seefektif mungkin. Potensi ini harus digunakan sebaiknya oleh rakyat Aceh sehingga perekonomiannya akan semakin sejahtera,” kata Muhammad Nazar.

Pernyataan itu disampaikan Wagub Nazar dalam arahannya saat pembukaan acara Pembentukan Forum Perlindungan Nilam Aceh dan Rencana Sertifikasi Indikasi Geografis yang ikut dihadiri oleh pihak MDF, World Bank, Caritas, Kemenkumham dan Kementerian Daerah Tertinggal di Aula Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Senin (21/11).

Nazar menyatakan, pihaknya juga akan memperjuangkan produk nilam Aceh untuk mendapatkan hak paten atau hak intelektual bekerjasama dengan MDF, World Bank, Caritas, Kemenkumham dan lain-lain.

Tetapi tujuan substansialnya bukan sekedar memiliki hak paten karena specialty atau kekhususannya yang lebih dari sisi kualitas atau cita rasa misalnya, namun juga untuk mendorong spirit produktifitas yang tinggi bagi para petani serta dunia usaha, meningkatkan nilai tambah, pengedalian hulu hilir hingga pasar atau harga yang tidak dipermainkan.

“Saatnya sekarang kita ciptakan masyarakat yang mau berpikir dan bertindak ekonomi serta memiliki mental industrial. Sehingga mereka akan menghargai produktifitas, kualitas, citarasa atau taste, pelayanan, kedisiplinan, kepercayaan dan tanggungjawab dalam kegiatan ekonomi. Jangan sampai lahan luas tetapi hasilnya sedikit, kualitas rendah, produksi tidak berkelanjutan dan akhirnya uang daerah selalu sia-sia,” jelasnya.

Harus Fokus

Dalam rangka mempercepat kesejahteraan ekonomi dan memberikan nilai tambah, Nazar menyatakan semua pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, dunia usaha dan masyarakat petani harus fokus, sistematis serta menjadikannya sebagai usaha atau bisnis utama pada jenis-jenis kegiatan ekonomi serta industrinya.

Misalnya petani nilam, coklat, karet, sawit, padi, kedele, jagung dan lain-lain harus difokuskan pembinaannya mulai hulu hingga hilir sesuai profesi mereka sehingga benar-benar menjadi bisnis utama yang produktif, memberikan nilai tambah dan multi efek ekonomi.

Karena itu, ia berterimakasih kepada semua donor dan pihak yang telah menyambut baik usulan yang sudah sangat sering saya sampaikan untuk pembentukan Forum Perlindungan Nilam serta Sertifikasi Indikasi Geografis. Artinya, Aceh mulai menyiapkan instrumen jangka pendek dan panjang untuk menjadikan subsektor nilam ini menjadi salah satu andalan dan bisnis utama.

Forum ini juga diharapkan akan mampu membina para petani nilam dari hulu hingga ke hilir bekerjasama dengan dunia swasta dan pemerintah daerah. Bahkan tugas yang amat penting dalam jangka pendek adalah harus berhasil mendapatkan pembeli utama atau first hand dari berbagai negara Eropa dan lain-lain, sehingga harganya tidak dipermainkan.

“Sebab harga nilam tidak pernah turun drastis di pasar dunia. Kan parfum atau pewangi yang bahan bakunya berasal dari nilam tidak pernah turun harganya, justru naik terus. Namun penyebab menurunnya harga di tingkat lokal atau nasional karena banyak tangan dan berlapisnya permainan pasar. Ujung-ujungnya para petani jadi malas juga, sudah capek memproduksi tapi harganya rendah,” terang Wagub. (mhd)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *