6.000 TON JAGUNG IMPOR TIBA DI BELAWAN

MedanBisnis – Belawan. Di saat petani meminta pemerintah menghentikan sementara masuknya jagung impor ke daerah Sumatera Utara (Sumut), di saat bersamaan sebanyak 6.000 ton jagung impor asal India tiba di Pelabuhan Belawan.
Masuknya jagung impor tersebut kata Humas Pelindo I Cabang Belawan M Azmi Jauhari kepada MedanBisnis, Selasa (22/11), diangkut kapal MV Holdasco berbendera Mongolia dari negeri Bollywood India, Senin (21/11).

Jagung impor yang mulai dikeluhkan petani jagung di Sumut itu, jelas Azmi, diimpor oleh PT Jakson Niagatama Jalan Pakin Jakarta Utara. Kapal pengangkut diageni PT Bahari Sandi Pratama.

Sebelumnya petani di Sumut meminta pemerintah menghentikan sementara masuknya jagung impor ke daerah ini mengingat masa panen raya akan berlangsung pada Januari hingga April 2012 mendatang. Apalagi impor tersebut dapat berakibat fatal terhadap harga jual jagung lokal.

Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (Hipajagi) Sumut, Jemaat Sebayang mengatakan, saat ini saja setelah lewat masa panen harga jagung sudah turun dari Rp 2.800 menjadi Rp 2.000 per kg. Ini diakibatkan “banjirnya” jagung impor yang banyak digunakan pengusaha pakan ternak.

“Jagung impor boleh saja masuk, tapi kita sangat meminta pemerintah membatasinya khususnya di saat memasuki panen raya mendatang” katanya kepada MedanBisnis, Senin (21/11).

“Petani lebih memilih komoditas tanaman yang menguntungkan. Dengan harga jual saat ini keuntungan yang diperoleh petani pas-pasan sehingga banyak yang memilih tanaman lain yakni kopi dan kakao karena harga jualnya tinggi,” kata Jemaat.

Untuk itu pemerintah harus bisa menjaga harga jual dengan mengurangi bahkan menghentikan impor jagung minimal hingga triwulan I-2012. Jangan sampai, petani lagi panen harga anjlok karena pasokan membanjiri pasar.

“Kalau harga baik maka petani semangat lagi menekuni tanaman jagung sehingga keinginan pemerintah untuk swasembada jagung bisa cepat tercapai. Hingga sekarang banyak petani yang masih ragu mengembangkan tanaman jagung. Mereka khawatir saat panen harga tiba-tiba anjlok, sementara serangan penyakit hawar daun juga menjadi ancaman bagi petani” jelasnya. (n wismar simanjuntak)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *