PETANI MINTA PEMERINTAH HENTIKAN SEMENTARA IMPOR JAGUNG

MedanBisnis – Medan. Petani di Sumatera Utara (Sumut) meminta pemerintah menghentikan sementara masuknya impor jagung ke daerah ini mengingat masa panen raya akan berlangsung pada Januari hingga April 2012 mendatang. Apalagi, impor tersebut dapat berakibat fatal pada harga jual jagung lokal.

Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (Hipajagi) Sumut, Jemaat Sebayang mengatakan, saat ini saja setelah lewat masa panen harga jagung sudah turun dari Rp 2.800 menjadi Rp 2.000 hingga 2.400 per kg. Ini diakibatkan “banjir” nya jagung impor yang banyak digunakan pengusaha pakan ternak.

“Jagung impor boleh saja masuk, tapi kita sangat meminta pemerintah membatasinya khususnya di saat memasuki masa panen raya mendatang,” ujarnya kepada MedanBisnis, Senin (21/11).

Diakuinya, produksi jagung lokal di tingkat petani saat ini mengalami penurunan karena sebagian masih dalam masa tanam serta ahli fungsi ke tanaman perkebunan seperti kopi dan kakao. “Petani lebih memilih komoditas tanaman yang menguntungkan. Dengan harga jual saat ini, keuntungan yang diperoleh petani pas-pas an sehingga banyak yang memilih tanaman lain yakni kopi dan kakao karena harga jualnya tinggi,” ungkap Jemat.

Untuk itu, pemerintah harus bisa menjaga harga jual dengan mengurangi bahkan menghentikan impor minimal hingga triwulan I 2012. Jangan sampai, lagi panen harga anjlok karena pasokan membanjiri pasar. “Kalau harga baik maka petani semangat lagi menekuni tanaman itu sehingga keinginan pemerintah untuk swasembada jagung bisa cepat tercapai. Dan, hingga sekarang banyak petani yang masih ragu mengembangkan tanaman jagung, mereka khawatir saat panen, harga tiba-tiba anjlok, sementara serangan penyakit hawar daun juga menjadi ancaman bagi petani,” jelasnya.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, impor jagung di Sumut periode Januari hingga September 2011 naik 39,7% dengan nilai US$3,633 miliar dan volume 5,078 juta ton dibandingkan periode yang sama ditahun lalu dengan nilai US$2,612 miliar dan volume 4,463 juta ton.

Untuk asal negara importir jagung tersebut yakni, Amerika Serikat, Argentina, Myanmar (Burma), India dan Pakistan. Sedangkan produksi jagung lokal di Sumut, data Dinas Pertanian Sumut, hingga Oktober 2011 telah mencapai 1,056 juta ton dengan luas tanam 217.788 ton dan realisasi panen seluas 207.795 ton.

Kasubdis Bina Program Distan Sumut, Lusyanti mengatakan, memang dari Angka Ramalan (Aram) III 2011 ini terjadi penurunan pada produksi sebesar 137.190 ton dibanding produksi Angka Tetap (Atap) 2010 yang mencapai 1.377.718 ton.  “Kalau untuk tahun 2011 kita ramalkan produktivitas mencapai 50,86 kwintal perhektare. Jadi, dengan luas panen yang sedikit turun, tapi produksi bisa tetap tinggi,” jelasnya.(yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *