HORTIKULTURA SUMUT MASIH DIIMINATI PASAR LUAR NEGERI

MedanBisnis – Medan. Produk hortikultura Sumatera Utara khususnya jenis kubis dan kentang masih diminati pasar internasional. “Pasar hortikultura Sumut terbesar ke Singapura, Malaysia bahkan Eropa dan Brunei Darussalam,” kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut, Sofyan Subang, di Medan, Minggu (20/11).
Kentang dan kubis adalah jenis hortikultura yang paling banyak diekspor dengan pangsa pasar terbesar ke Singapura. Bahkan ada informasi, katanya, produk kubis dan kentang dari Sumut itu diekspor lagi ke negara lain.

“Minat pasar masih cukup tinggi, tetapi harus diakui, ekspor sering terbentur tidak stabilnya produksi dan kriteria yang diinginkan importir,” katanya.

Untuk kubis, misalnya, negara Singapura tetap meminta produk yang diekspor Indonesia berukuran kecil sekitar sebuah kepalan tangan dengan alasan sayur itu untuk satu kali makan. Tetapi poduksi petani di Sumut sering tidak bisa memenuhi standar itu.

Untuk jenis kentang, kata dia, juga cukup diminati pasar internasional khususnya Singapura. “Karena untuk memenuhi pasar ekspor, sering pasokan hortikultura untuk Sumut malah kurang sehingga selain memasok dari daerah lain di dalam negeri, tapi juga ada yang impor,” kata Sofyan Subang.

Kondisi itu sudah lama terjadi sehingga untuk menekan impor, harusnya seluruh pemangku kepentingan khususnya pemerintah membantu peningkatan produksi hortikultura petani terutama didaerah sentra seperti di Tanah Karo dan Simalungun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno, menyebutkan, berdasarkan data, ekspor kentang Sumut pada Januari-Agustus 2011 sudah mencapai 3.006 ton dengan tujuan terbesar ke Singapura, Brunai Darussalam dan Malaysia.

“Tetapi meski ekspor, tahun ini ada juga impor kentang Sumut antara lain dari Kanada, Denmark, Belanda, Amerika Serikat, Bangladesh dan China,” katanya.

Diakui, ekspor kentang Sumut cenderung menurun dan sebaliknya impor jauh meningkat. Pada Januari 2010, impor kentang Sumut dalam bantuk beku dan bentuk pati masih 253 ton, sementara 2011 sudah mencapai 693 ton. Sebaliknya, ekspor yang sebagian besar dalam bentuk dibekukan pada 2011 tinggal 3.005 ton dari 2010 yang sempat mencapai 4.131 ton. (ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

2 Responses to HORTIKULTURA SUMUT MASIH DIIMINATI PASAR LUAR NEGERI

  1. Pingback: one up psilocybin mushroom chocolate bars for sale

  2. Pingback: how long does shroom stay in your system

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *