5.000 BATANG COKLAT DAN 3.000 BATANG KARET DISERAHKAN KEPADA MASYARAKAT

Panyabungan, (Analisa). Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) serahkan bantuan bibit coklat sebanyak 5.000 batang dan karet 3.000 batang kepada warga Desa Hutabangun, Banjar Lancat, Huta Tinggi dan Huta Tua Kecamatan Panyabungan Timur, Jum’at (18/11).
“Sesuai dengan komitmen warga Panyabungan Timur yang sebagai petani ganja akibat dari sulitnya mata pencaharian untuk membutuhi para keluarganya, kita (pemkab Madina red) dalam rangka meminimalisir peredaran ganja serta peralihan usaha petani ganja menjadi petani karet dan coklat, kita berikan bantuan.

Demikian disampaikan Bupati Madina HM Hidayat Batubara SE bersama Kapolres Madina AKBP Fauzi Dalimunthe dan Danramil 13 Panyabungan, Kapten Infantri David S di Madrasah Hutabangun.

Dikatakannya, bantuan ini kiranya dapat merubah pola ekonomi masyarakat Panyabungan Timur dari apa yang telah dilakukannya selama ini (petani ganja red) sebab usaha yang digeluti masyarakat selama ini adalah usaha yang illegal atau melanggar hukum dutambah dengan merusak genarasi bangsa jika mengkonsumsinya.

“Berawal dari kesadaran yang diutarakan masyarakat, kita sebagai pemerintah juga ikut serta berperan dalam melakukan perubahan ekonomi masyarakat dalam rangka peningkatan ekonomi dan pembangunan daerah,”sebutnya.

Kapolres Madina AKBP Fauzi Dalimunteh Sik dalam kesempatan tersebut mengatakan, bantuan bibit diberikan pemerintah daerah ini harus dihargai masyarakat sebab ini merupakan awal dan bentuk kepedulian sebab masih banyak upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan diberbagai sektor terhadap warga Panyabungan Timur ini.

” Kita berharap dengan upaya yang telah dilakukan pemerintah ini, tidak hanya sampai disini saja melaikan adanya program yang berkelanjutan sehingga, usaha masyarakat Panyabungan Timur ini beralih total dari apa yang mereka lakukan selama ini,” katanya.

Sementara Rohtif salah seorang tokoh masyarakat Panyabungan Timur, mengatakan, upaya dilakukan pemerintah daerah ini merupakan sinyal baik kepada masyarakat kare\na warga juga ingin melakukan berbagai aktivitas tidak melanggar hukum.

Namun akibat dari minimnya sarana komunikasi dan transportasi yang menjadi akses percepatan pembangunan daerah membuat sebahagian warga mengambil alternatif menjadi petani ganja dengan modal yang minim serta tidak mengeluarkan kost yang tinggi dengan hasil yang cukup lumayan.

” Melanggar hukum bukan hal yang menjadi tantangan bagi masyarakat, akibat dari kesulitan ekonomi, namun jika ada peralihan serta perkembangan pembangunan, tidak mustahil bagi warga untuk merubah pola hidup, apalagi daerah Panyabungan Timur tergolong daerah subur,” katanya.

Jika terbuka sarana transportasi dan informasi secara lancar, maka akses masyarakat dalam melakukan aktivitas dibidang ekonomi, pertanian juga akan semakin berubah sehingga denga\n sendirinya warga juga akan berubah.

“Kita berharap pemerintah, terus melakukan percepatan pembangunan diberbagai sektor mulai dari segi sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan kesehatan sehingga dapat merubah sumber daya manusia di Panyabungan Timur yang tergolong masih rendah,” sebutnya. (man)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *